SERAMBINEWS.COM, ACEH TIMUR — Suasana duka menyelimuti pemakaman Pratu Galuh Nugraha, anggota Polisi Militer (POM) TNI Angkatan Darat dari Subdenpom IM/1-1 Bireuen.
Prajurit TNI AD tersebut gugur saat membantu aparat kepolisian dalam upaya penangkapan terduga bandar narkoba di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Jenazah Pratu Galuh Nugraha telah dimakamkan secara militer di kampung halamannya, Gampong Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.
Prosesi pemakaman berlangsung penuh haru dan dihadiri keluarga, rekan sejawat, serta jajaran TNI dan Polri.
Pratu Galuh merupakan anggota Polisi Militer Kodam Iskandar Muda yang bertugas di Subdenpom IM/1-1 Bireuen.
Ia dikenal sebagai prajurit yang memiliki dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas penegakan hukum dan menjaga keamanan.
Namanya menjadi perhatian publik setelah gugur dalam sebuah insiden tragis ketika berupaya membantu polisi menghadang komplotan yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika di wilayah Bireuen pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Sosok Pratu Galuh Nugraha
Pratu Galuh Nugraha merupakan prajurit TNI AD yang bertugas pada unsur Gakkumwal Subdenpom IM/1-1 Bireuen.
Ia berasal dari Gampong Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur.
Sebagai anggota Polisi Militer, Galuh memiliki tugas yang berkaitan dengan penegakan disiplin, hukum, serta ketertiban di lingkungan TNI.
Namun dalam kejadian tersebut, ia menunjukkan kepedulian sebagai aparat penegak hukum dengan membantu kepolisian yang sedang melakukan operasi penindakan terhadap pelaku narkotika.
Pihak Penpomdam Iskandar Muda menyampaikan bahwa Pratu Galuh merupakan prajurit yang memiliki keberanian dan jiwa pengabdian tinggi.
“Ia telah menunjukkan naluri prajurit penegak hukum yang luar biasa dalam membantu kepolisian saat penangkapan bandar narkoba. Kepergian Pratu Galuh Nugraha menjadi kehilangan besar bagi keluarga, rekan sejawat, dan institusi TNI AD,” demikian keterangan Penpomdam Iskandar Muda.
Profil Singkat Pratu Galuh Nugraha
-Nama: Galuh Nugraha
-Pangkat: Prajurit Satu (Pratu)
-Kesatuan: Subdenpom IM/1-1 Bireuen, Polisi Militer Kodam Iskandar Muda
-Tugas: Gakkumwal Subdenpom IM/1-1 Bireuen
-Asal: Gampong Julok Rayeuk Utara, Kecamatan Indra Makmur, Kabupaten Aceh Timur
-Meninggal dunia: Sabtu, 25 Juli 2026
-Lokasi kejadian: SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kabupaten Bireuen, Aceh
Baca juga: Satu Anggota TNI di Bireuen Gugur Tertembak saat Bantu Polisi Kejar Bandar Narkoba Depan SPBU Juli
Peristiwa tragis tersebut terjadi di depan SPBU Juli, Gampong Cot Meurak, Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, pada Sabtu (25/7/2026).
Berdasarkan keterangan kepolisian, saat itu Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Aceh sedang melakukan pengejaran terhadap sebuah kendaraan Mitsubishi Triton yang diduga membawa pelaku tindak pidana narkotika.
Mobil tersebut diduga membawa sejumlah orang yang terlibat dalam jaringan bandar narkoba. Saat kendaraan melintas di kawasan SPBU Juli, petugas melakukan upaya penghentian dan penangkapan.
Pada saat bersamaan, Pratu Galuh yang saat itu sedang tidak berdinas dan berada di sekitar lokasi melihat aksi pengejaran tersebut.
Dengan naluri sebagai aparat penegak hukum, ia secara spontan membantu petugas kepolisian.
Pratu Galuh disebut membantu dengan cara menggeser palang besi di area SPBU untuk menghadang laju kendaraan pelaku.
Namun, dalam situasi pengejaran tersebut, petugas kepolisian melepaskan tembakan ke arah kendaraan yang diduga digunakan pelaku untuk menghentikan pergerakan mereka.
Nahas, salah satu peluru mengalami rekoset atau pantulan dan mengenai tubuh Pratu Galuh Nugraha.
Korban kemudian langsung dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Ia sempat dibawa ke RS BMC Bireuen dan kemudian dirujuk ke RSUD dr. Fauziah Bireuen. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Pratu Galuh akhirnya dinyatakan gugur dalam tugas.
Baca juga: DPO Narkoba Dibekuk, Polres Aceh Barat Sita 3,1 Kilogram Ganja Siap Edar
Dalam operasi tersebut, aparat berhasil mengamankan sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.
Salah satu fakta yang terungkap, kendaraan yang menjadi target operasi diduga dikemudikan oleh seorang oknum anggota Brimob berinisial Bripka R atau RF.
Oknum tersebut diduga memiliki keterlibatan dalam membantu atau melindungi aktivitas jaringan narkotika. Ia berhasil diamankan petugas di lokasi kejadian.
Sementara itu, tiga orang terduga pelaku lainnya berhasil melarikan diri dan masih dalam proses pengejaran aparat.
Personel kepolisian yang melakukan penembakan juga telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan oleh Propam guna memastikan seluruh proses penanganan perkara berjalan secara profesional dan transparan.
Pasca kejadian, Polda Aceh melakukan koordinasi intensif dengan jajaran TNI, termasuk Pangdam Iskandar Muda, Danpomdam IM, serta Danpuspomad.
Kepala Bidang Humas Polda Aceh menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya Pratu Galuh Nugraha.
Polda Aceh memastikan kasus tersebut akan ditangani secara profesional dan seluruh rangkaian kejadian akan diusut secara menyeluruh.
Masyarakat juga diimbau agar tidak menyebarkan informasi, foto, maupun video yang belum terverifikasi terkait kejadian tersebut.
Pihak kepolisian berharap masyarakat yang mengetahui atau menyaksikan langsung peristiwa tersebut dapat memberikan informasi kepada penyidik guna membantu proses penyelidikan.
Setelah menjalani proses pemulangan, jenazah Pratu Galuh Nugraha dibawa ke kampung halamannya di Gampong Julok Rayeuk Utara, Aceh Timur.
Pemakaman dilakukan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdian almarhum.
Keluarga besar TNI AD, khususnya jajaran Kodam Iskandar Muda dan Subdenpom IM/1-1 Bireuen, menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan.
Pimpinan TNI dan Polri turut memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.
Kapolda Aceh dan Pangdam Iskandar Muda juga menyampaikan dukungan kepada keluarga Pratu Galuh serta menyerahkan santunan sebagai bentuk perhatian dan penghargaan atas pengabdian almarhum.