SURYA.CO.ID - Jadwal puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1448 H berlangsung pada 28, 29, dan 30 Juli 2026.
Selain mencari bacaan niat puasa Ayyamul Bidh, banyak umat Islam juga ingin mengetahui apakah puasa sunnah tersebut bisa digabung dengan niat mengganti (qadha) puasa Ramadhan.
Puasa Ayyamul Bidh merupakan ibadah sunnah yang dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.
Bagi yang ingin mengamalkannya, berikut bacaan niat puasa Ayyamul Bidh.
نَوَيْتُ صَوْمَ أَيَّامِ الْبِيضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ayyāmil bīḍi sunnatan lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat puasa sunnah Ayyamul Bidh karena Allah Ta'ala."
Sementara itu, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, niat qadha puasa dapat dibaca sejak malam hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an qadhā'i fardhi Ramadhāna lillāhi ta'ālā.
Artinya: "Aku berniat berpuasa esok hari untuk mengganti puasa wajib Ramadhan karena Allah Ta'ala."
Baca juga: Puasa Syawal atau Qadha Ramadan, Mana Didahulukan? Ini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Apakah Puasa Ayyamul Bidh Bisa Digabung dengan Qadha Ramadhan?
Pertanyaan mengenai penggabungan niat puasa sunnah Ayyamul Bidh dengan qadha Ramadhan sering muncul di kalangan umat Islam.
Mengutip penjelasan para ulama, terdapat perbedaan pendapat mengenai hal tersebut.
Sebagian ulama berpendapat seseorang yang berpuasa qadha Ramadhan pada hari Ayyamul Bidh tetap berpeluang mendapatkan keutamaan berpuasa di hari-hari tersebut.
Sebab, ia menjalankan ibadah puasa pada waktu yang memang dianjurkan.
Namun, sebagian ulama lainnya berpandangan bahwa pahala khusus puasa Ayyamul Bidh akan lebih sempurna jika dilaksanakan dengan niat tersendiri sebagai puasa sunnah.
Karena itu, apabila masih memiliki utang puasa Ramadhan, banyak ulama menganjurkan agar mendahulukan qadha puasa.
Setelah kewajiban tersebut ditunaikan, umat Islam dapat memperbanyak amalan puasa sunnah, termasuk Ayyamul Bidh.
Puasa Ayyamul Bidh termasuk amalan yang rutin dilakukan Rasulullah SAW.
Dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya berpuasa tiga hari setiap bulan.
Keutamaannya, pahala yang diperoleh seperti berpuasa sepanjang tahun karena setiap amal kebaikan dilipatgandakan hingga sepuluh kali.
Selain memperoleh pahala, puasa Ayyamul Bidh juga menjadi sarana untuk meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, dan membiasakan diri menjalankan ibadah sunnah secara istiqamah.
Berdasarkan kalender Hijriah Indonesia, puasa Ayyamul Bidh bulan Safar 1448 H dilaksanakan pada:
Selasa, 28 Juli 2026 (13 Safar 1448 H)
Rabu, 29 Juli 2026 (14 Safar 1448 H)
Kamis, 30 Juli 2026 (15 Safar 1448 H)
Bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, momentum Ayyamul Bidh dapat dimanfaatkan untuk menunaikan qadha puasa.
Sementara itu, bagi yang telah menyelesaikan kewajiban tersebut, tiga hari ini menjadi kesempatan untuk meraih keutamaan puasa sunnah yang dianjurkan Rasulullah SAW.