SURYA.CO.ID, SURABAYA - Anggota Komisi A DPRD Jatim Sumardi mendorong pembentukan relawan kebakaran secara masif di daerah guna membangun budaya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bahaya kebakaran yang kian marak terjadi.
Langkah ini dinilai amat krusial mengingat bencana kebakaran kerap timbul akibat kelalaian kecil serta rendahnya pemahaman mitigasi risiko.
DPRD Jawa Timur pun menaruh perhatian serius agar keselamatan serta harta benda masyarakat dapat terlindungi dengan maksimal.
Baca juga: Sosok Moch Mahrus Anggota DPRD Jatim Ditahan KPK karena Kasus Korupsi Dana Hibah, Politisi Gerindra
Kebakaran masih menjadi salah satu bencana yang paling sering terjadi di berbagai wilayah Jawa Timur.
Tidak saja bisa menghanguskan rumah, pasar dan tempat usaha, kebakaran juga dapat merenggut nyawa serta mengganggu aktivitas masyarakat.
Di balik setiap peristiwa kebakaran, terdapat persoalan yang sering luput dari perhatian, yakni masih rendahnya budaya pencegahan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Kondisi itu menjadi atensi serius dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur.
“Kejadian kebakaran di Jawa Timur masih cukup tinggi, terlebih saat memasuki musim kemarau. Bahkan ketika musim hujan pun kebakaran masih sering terjadi. Karena itu persoalan ini tidak boleh dianggap sepele,” kata Anggota Komisi A DPRD Jatim, Sumardi seperti dikutip, Selasa (28/7/2026).
Penjelasan ini disampaikan Sumardi saat berbincang dalam Podcast Ngobrol Bareng Dewan bersama SURYA.CO.ID Network, belum lama ini.
Podcast yang digelar di kawasan Jombang.
Podcast ini secara khusus mengambil tema Membangun Budaya Siaga Kebakaran Melalui Peran Aktif Relawan.
Baca juga: Bahaya Laten Narkoba Sudah Masuk Desa Jatim, Ning Laila DPRD Jatim Desak Tiga Pilar Bergerak Bersama
Selama ini, kebakaran banyak disebabkan beberapa faktor.
Diantaranya, instalasi listrik yang tidak memenuhi standar atau pemasangan ilegal, kelalaian saat menggunakan listrik hingga kompor yang terkadang lupa dimatikan.
Sumardi mengatakan, semua pihak sedianya harus memiliki kesadaran bahwa musibah memang tidak pernah memiliki jadwal.
Sehingga tidak ada yang tahu kapan musibah datang.
Karena itu masyarakat harus memiliki pengetahuan dan kesiapsiagaan. Ini yang perlu terus didorong.
Baca juga: Reses 120 Anggota DPRD Jatim Turun ke Warga, 720 Titik Reses Siap Tentukan Arah APBD 2027
Kesadaran masyarakat untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran perlu terus ditingkatkan.
Sumardi sendiri termasuk yang konsen mendorong terbentuknya relawan kebakaran di daerah.
Relawan kebakaran diharapkan bisa menjadi semacam agen sosialisasi untuk antisipasi bencana ini.
Dengan menggandeng dinas terkait, beberapa kali Sumardi yang merupakan politisi Golkar ini memacu spirit para relawan kebakaran di daerah.
“Alhamdulillah responsnya sangat positif. Masyarakat merasa mendapatkan pengetahuan baru mengenai kesiapsiagaan bencana,” tandasnya.