Daftar Harga BBM Pertalite Terbaru di Seluruh SPBU Pontianak Besok 30 Juli 2026
Faiz Iqbal Maulid July 29, 2026 03:29 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertamina merilis harga BBM di Kalimantan Barat, termasuk Kota Pontianak, besok Kamis 30 Juli 2026.

Dilansir dari situs pertaminapatraniaga.com, Pertamina belum kembali menyesuaikan harga BBM, termasuk di Kota Pontianak.

Pertalite sebagai bahan bakar subsidi masih dijual Rp10.000 per liter di seluruh SPBU resmi.

Kondisi ini diharapkan meredakan keresahan masyarakat setelah fenomena antrean panjang di SPBU Pontianak beberapa hari lalu.

Meski harga resmi Pertalite tidak berubah, masyarakat tetap perlu mewaspadai harga eceran di luar SPBU yang bisa lebih mahal Rp5.000–Rp10.000 per liter.

Dengan suhu Pontianak yang lembap dan aktivitas warga cukup tinggi, BBM subsidi seperti Pertalite masih menjadi pilihan utama pengendara roda dua maupun roda empat..

Sementara sejumlah BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex masih berada pada level harga hasil penyesuaian awal Juli.

• Harga BBM Pertamina di Kalbar Hari Ini 29 Juli 2026 Apakah Naik? Cek Faktanya Disini

Harga BBM Pertalite di SPBU Pontianak per 30 Juli 2026

Harga Pertalite di SPBU Pontianak besok, 30 Juli 2026:

1. SPBU Ahmad Yani: Rp10.000/liter

2. SPBU Imam Bonjol: Rp10.000/liter

3. SPBU Tanjung Raya: Rp10.000/liter

4. SPBU Siantan: Rp10.000/liter

5. SPBU Jl. Gajah Mada: Rp10.000/liter

6. SPBU Jl. HOS Cokroaminoto: Rp10.000/liter

7. SPBU Jl. Sultan Abdurrahman: Rp10.000/liter

Berikut harga BBM Pertalite di Pontianak besok 30 Juli 2026:

1. Pertalite: Rp10.000/liter (subsidi, tetap)

2. Biosolar: Rp6.800/liter (subsidi, tetap)

3. Pertamax: Rp16.650/liter

4. Pertamax Turbo: Rp19.750/liter

5. Dexlite: Rp20.150/liter

6. Pertamina Dex: Rp21.650/liter

• Daftar Harga BBM Pertamina di Kalbar Besok 30 Juli 2026, Pertalite dan Pertamax Mendadak Naik?

Cara Cek Update Harga BBM

Pantau harga BBM langsung di situs resmi Pertamina:

DISINI

Wali Kota Minta Pertamina Evaluasi Distribusi

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, memastikan pemerintah daerah terus memantau penyaluran bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU yang masih mengalami antrean.

Pemantauan dilakukan bersama Pertamina untuk mengidentifikasi kendala yang menyebabkan distribusi BBM belum sepenuhnya normal.

Edi mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, kapal pengangkut BBM telah dipantau oleh Pertamina dan proses masuk kapal bergantung pada kondisi air pasang yang terjadi pada malam hari.

"Ya sudah kita lakukan, jadi Pertamina juga sudah melihat kapal itu. Kalau air pasang kan malam. Air pasang, nah itu malam, maksudnya," kata Edi saat diwawancarai awak media, Selasa 28 Juli 2026.

Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan kembali berkoordinasi dengan Pertamina guna memastikan penyebab masih terjadinya antrean BBM di lapangan.

"Saya pantau masih ada. Kita akan pantau lagi dengan Pertamina nanti. Kendala apa lagi yang menyebabkan BBM ini," ujarnya.

Menurut Edi, apabila kapal dapat bersandar saat air pasang pada malam hari, seharusnya distribusi BBM tidak lagi mengalami hambatan yang berarti.

"Kalau misalnya air pasangnya malam, berarti kan seharusnya nggak ada hambatan untuk Pertamina. Ya harusnya begitu. Mereka antre nunggu dulu, air pasang baru masuk," jelasnya.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pemerintah Kota Pontianak juga berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan situasi kelangkaan BBM demi keuntungan pribadi.

"Iya, kalau kita kan koordinasi dengan aparat hukum, kepolisian, TNI-Polri, pokoknya semuanya. Termasuk masyarakat, untuk sama-sama jangan mengambil keuntungan di saat-saat seperti ini," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.