Liputan6.com, Jakarta - Bitmine Immersion Technologies menambah kepemilikan Ethereum (ETH) dalam sepekan terakhir. Dengan demikian, total kepemilikan ETH menjadi 5,79 juta ether.
Mengutip Cointelegraph, Rabu (29/7/2026), Bitmine Immersion Technologies pada Senin, 27 Juli 2026 menyatakan memegang 5,79 juta ether. Jumlah itu sekitar 4,8% dari total pasokan kripto. Bitmine menambah hampir 10.000 ETH dalam sepekan terakhir.
Bitmine mengungkapkan bahwa sekitar 4,9 juta ETH, atau kurang lebih 85% dari total kepemilikannya, di-stake melalui operasi validator perusahaan. Perusahaan memproyeksikan imbalan staking tahunan sebesar sekitar US$ 299 juta atau Rp 5,40 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah 18.090) setelah seluruh Ether miliknya dialokasikan ke dalam infrastruktur staking dan validator mitra. Total nilai kepemilikan kripto, kas, dan sekuritas yang dapat diperdagangkan milik perusahaan mencapai US$ 11,8 miliar atau Rp 213,46 triliun per 26 Juli.
Pembelian terbaru ini dilakukan di tengah kinerja Ether yang melampaui Bitcoin (BTC) selama sepekan terakhir. Menurut data CoinGecko, ETH mencatat kenaikan sekitar 2,4% dalam tujuh hari terakhir, sementara Bitcoin turun sekitar 0,7%. Dalam pengumuman Senin, Chairman Bitmine, Tom Lee, menyatakan bahwa kenaikan rasio ETH/BTC yang menurut dia telah mencapai level tertinggi dalam tiga bulan, menandakan penguatan momentum bagi Ether.
Bitmine telah membangun cadangan (treasury) Ether korporat terbesar di dunia, dan hanya berada di bawah Strategy dalam hal nilai kepemilikan aset digital di antara perusahaan publik. Namun, strategi akumulasi Bitmine belakangan ini berbeda dengan Strategy, yang telah menghentikan pembelian Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir.
Pada Senin, Strategy mengumumkan telah menggalang dana sebesar US$ 544,5 juta atau Rp 9,8 triliun melalui penjualan saham, membeli kembali saham preferen STRC senilai US$ 25 juta atau Rp 452,2 miliar, serta meningkatkan cadangan dolar AS-nya menjadi US$ 3,75 miliar atau Rp 67,8 triliun, sembari tetap mempertahankan kepemilikan sebesar 843.775 BTC.
Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual Kripto. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat (AS) memindahkan aset kripto sitaan berupa Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) senilai sekitar US$ 288,33 juta ke alamat penyimpanan Coinbase Prime. Meski demikian, transfer tersebut belum dapat diartikan sebagai langkah untuk menjual aset digital tersebut.
Mengutip Crypto News, Rabu (15/7/2026), dompet digital yang dikaitkan dengan pemerintah AS mentransfer 3.800,5 Bitcoin dan 30.000 Ethereum dalam beberapa transaksi yang berlangsung selama sekitar tujuh jam.
Perusahaan keamanan blockchain PeckShield melaporkan nilai Bitcoin yang dipindahkan mencapai sekitar US$ 239 juta, sedangkan Ethereum bernilai sekitar US$ 49 juta.
Aset tersebut tidak dipindahkan melalui satu transaksi besar, melainkan dalam beberapa transaksi terpisah menuju alamat deposit Coinbase Prime.
Coinbase Prime merupakan layanan yang menyediakan penyimpanan (custody), perdagangan, dan eksekusi transaksi aset digital bagi investor institusi.
Namun, pemindahan aset ke Coinbase Prime tidak otomatis menunjukkan bahwa Bitcoin maupun Ethereum tersebut telah dijual.
Layanan US Marshals Service sebelumnya menunjuk Coinbase Prime pada 2024 untuk menyimpan dan mengelola aset kripto bernilai besar yang diperoleh pemerintah melalui program penyitaan aset federal.
Berdasarkan dokumen penyitaan, sebanyak 30.000 Ethereum tersebut berasal dari kasus narkotika di New Jersey yang melibatkan Thomas William Dunbar serta James dan Christopher Castelluzzo.
Menurut otoritas AS, para terdakwa menggunakan hasil penjualan narkoba melalui pasar gelap (darknet) dalam bentuk Bitcoin untuk membeli Ethereum saat penawaran perdana (initial coin offering/ICO) Ethereum pada 2014.
Aset tersebut kemudian dikuasai Brian Krewson sebelum akhirnya dipindahkan ke dompet pemerintah saat proses penggeledahan pada 2022.
Jaksa federal mengajukan penyitaan terhadap 30.000 ETH beserta aset terkait pada November 2023. Saat gugatan diajukan, nilai aset tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 54 juta.