TRIBUNSTYLE.COM - Tabir teka-teki kematian Sumarna (42), satpam yang ditemukan mengambang dengan tangan terborgol di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, perlahan mulai tersingkap. Pihak kepolisian berhasil membongkar deretan fakta baru yang mengarah pada dugaan kuat pembunuhan berencana sebelum jasadnya dibuang ke perairan.
Temuan mengejutkan ini muncul setelah penyidik menggali latar belakang kehidupan pribadi korban serta kantongi hasil autopsi medis.
Proses autopsi mengungkapkan detail yang terbilang mengerikan. Polisi menduga kuat Sumarna dihabisi terlebih dahulu di daratan sebelum akhirnya ditenggelamkan ke dalam waduk dalam kondisi tangan terikat.
Dugaan ini diperkuat dengan fakta medis yang menunjukkan tidak ditemukannya lumpur di dalam paru-paru korban, serta hanya ada sedikit volume air yang terhirup.
Selain itu, tim medis menemukan sejumlah jejak kekerasan pada jasad Sumarna, meliputi:
Dua buah borgol yang diamankan di lokasi satu masih terpasang rapat di pergelangan tangan korban, dan satu lagi tergeletak di sekitar TKP bersama ponsel miliknya.
Baca juga: Rahasia yang Disimpan Satpam Sumarna Sebelum Dihabisi di Waduk Jatiluhur Terungkap, Ada Masalah
Di balik tragedi yang menimpanya, Sumarna disinyalir menyembunyikan masalah keuangan pribadi. Hal ini mengemuka saat Kepala Desa setempat sempat bertukar cerita dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Sebagai Komandan Peleton (Danton) Linmas, Sumarna ternyata sempat dipercaya memegang alokasi Dana Bagi Hasil Pajak (DBHP) untuk pembayaran pengganti BPJS Ketenagakerjaan para anggotanya. Namun, uang tersebut rupanya belum sempat disalurkan hingga hari nahas itu tiba.
"Uang BPJS itu dititip ke kalau Linmas ke Danton, saya umumkan bahwa uang itu udah dibayarkan, uang ganti BPJS Ketenagakerjaan itu udah dibayarkan tapi dititipkan ke kepalanya," ungkap sang kades.
Saat ditanya Dedi Mulyadi mengenai kepastian pembagian uang tersebut, kades membeberkan kenyataan di lapangan.
"Belum, Saya tahu belum itu begitu saya umumkan, mungkin teman-temannya itu mau ngambil ke pos, tapi ternyata enggak ada," lanjutnya.
Nominal uang yang dititipkan tersebut diketahui berjumlah Rp1.050.000 yang diperuntukkan bagi 14 orang anggota Linmas.
Baca juga: Aldi Taher Ungkap Potret Anak Sumarna, Satpam yang Tewas Tangan Terborgol di Waduk Jatiluhur
Hingga saat ini, Satreskrim Polres Purwakarta telah memeriksa sedikitnya 15 orang saksi untuk mendalami kaitan antara permasalahan pribadi korban dengan aksi keji pelakunya. Kendati pelaku utama belum ditangkap, kepolisian terus menyusur balik setiap petunjuk yang ada.
"Kita sudah melakukan hipotesa atau beberapa kemungkinan. Sudah banyak kemungkinan yang kita kumpulkan itu kami dalami lebih lanjut," tegas Kasat Reskrim Polres Purwakarta AKP I Made Purwantara.
Penyidik juga menegaskan fokus pendalaman saat ini mencakup persoalan yang membelit korban sebelum menghembuskan napas terakhir.
"Terkait dengan permasalahan yang ada di korban (sedang didalami)," tambah AKP I Made Purwantara.
(TribunStyle.com/TribunBogor.com)