UEFA Kritik Keras Rencana FIFA Libatkan Investor di Piala Dunia, Dinilai Ancam Masa Depan Sepak Bola
Drajat Sugiri July 29, 2026 08:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Rencana FIFA membuka peluang investasi swasta ke dalam pengelolaan kompetisi-kompetisi besarnya, termasuk Piala Dunia, menuai gelombang kritik dari berbagai pihak. 

UEFA menjadi salah satu organisasi yang paling keras menolak proposal tersebut karena dinilai dapat mengubah tata kelola sepak bola dunia.

Sebelumnya, FIFA mengumumkan rencana pembentukan anak perusahaan baru bernama FIFA Forward Enterprise (FFE) yang akan menangani seluruh aktivitas komersial dan penyelenggaraan berbagai turnamen di bawah naungan FIFA.

Melalui perusahaan tersebut, FIFA berencana membuka peluang bagi investor pihak ketiga untuk memiliki kepemilikan minoritas yang bersifat nonpengendali.

Menurut FIFA, langkah tersebut bertujuan meningkatkan pendanaan bagi pengembangan sepak bola di seluruh dunia hingga melampaui 10 miliar dolar AS.

Proposal tersebut masih harus mendapat persetujuan dari 211 federasi anggota FIFA melalui mekanisme pemungutan suara.

Apabila disahkan, perusahaan investasi asal Amerika Serikat, Thrive Eternal, diproyeksikan memimpin kelompok investor yang akan berinvestasi di FFE.

FIFA Klaim Demi Pengembangan Sepak Bola Dunia

Pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto di kantor FIFA di Paris.
Pertemuan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Indonesia terpilih Prabowo Subianto di kantor FIFA di Paris. (Instagram Gianni Infantino)

Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan, seluruh keuntungan yang dihasilkan sepak bola seharusnya bisa dinikmati lebih merata oleh seluruh negara anggota.

Menurutnya, selama ini hanya sebagian kecil kawasan yang mampu mengubah popularitas sepak bola menjadi keuntungan komersial dalam jumlah besar.

Karena itu, FIFA ingin menghadirkan sistem baru agar negara-negara berkembang juga memperoleh manfaat melalui tambahan dana pengembangan.

Sebagai bagian dari proposal tersebut, setiap asosiasi anggota FIFA disebut berpeluang memperoleh pendanaan hingga 20 juta dolar AS dalam bentuk modal satu kali untuk mendukung pembangunan sepak bola di negaranya masing-masing.

"Beberapa bagian dari permainan ini telah mengubah popularitas tersebut menjadi nilai komersial yang luar biasa. Kami ingin memastikan seluruh dunia sepak bola ikut berkembang bersama," ujar Infantino, dikutip dari BBC.

Ia menegaskan FIFA memiliki tanggung jawab untuk menciptakan pembangunan sepak bola yang lebih inklusif di seluruh dunia.

UEFA Sebut FIFA Melampaui Batas

TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Di sisi lain, UEFA menilai langkah FIFA justru berpotensi mengancam independensi sepak bola.

Berdasarkan laporan dari BBC, Badan sepak bola Eropa tersebut menilai pengelolaan kompetisi sepak bola tidak semestinya melibatkan kepentingan investor swasta.

Dalam pernyataan resminya, UEFA menyebut proposal FIFA telah melewati batas yang seharusnya tidak disentuh oleh lembaga pengatur sepak bola.

"Ini melanggar batasan yang seharusnya tidak pernah dilanggar oleh lembaga pengatur sepak bola," tulis UEFA.

UEFA juga mempertanyakan minimnya transparansi mengenai pihak-pihak yang akan memperoleh keuntungan finansial dari skema investasi tersebut.

Mereka menegaskan bahwa sepak bola bukanlah aset komersial yang bisa diperjualbelikan.

"Jiwa dan tata kelola sepak bola bukanlah aset untuk diperdagangkan. Tak satu pun dari kita adalah pemilik sepak bola. FIFA bukan milik kita untuk dijual," lanjut pernyataan tersebut.

Baca juga: Kylian Mbappe Tulis Surat Terbuka usai Gagal Bawa Prancis Juara Piala Dunia 2026

Dikhawatirkan Picu Ekspansi Piala Dunia

Masih dari laporan BBC, Pakar keuangan sepak bola, Kieran Maguire, menilai proposal tersebut berpotensi menghasilkan pemasukan jauh lebih besar bagi FIFA.

Namun, ia mengingatkan adanya konsekuensi yang mungkin muncul apabila investor mulai menanamkan modal dalam pengelolaan kompetisi FIFA.

Menurut Maguire, investor tentu akan mengharapkan keuntungan yang lebih besar sehingga muncul tekanan agar FIFA memperluas skala turnamen.

Salah satu kemungkinan yang dikhawatirkan adalah bertambahnya jumlah peserta Piala Dunia menjadi 64 tim atau penyelenggaraan turnamen setiap dua tahun sekali demi meningkatkan pendapatan.

Kondisi itu dinilai dapat memperparah kepadatan kalender pertandingan yang selama ini sudah menjadi keluhan banyak klub dan pemain.

Rencana FIFA tersebut diperkirakan akan kembali dibahas dalam rapat Dewan FIFA pada akhir tahun sebelum kemudian dibawa ke Kongres FIFA di Maroko pada Maret mendatang untuk diputuskan melalui pemungutan suara seluruh anggota.

Hingga saat ini, belum ada keputusan final mengenai proposal tersebut. Namun, perdebatan antara FIFA dengan berbagai pemangku kepentingan diperkirakan akan terus berlangsung karena menyangkut arah masa depan tata kelola sepak bola dunia.

(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.