BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Tak puas dengan PT PLN akibat pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel), sejumlah warga menggelar aksi. Kali ini dengan mata ditutup kain hitam, seorang pemuda mengenakan kaus bertuliskan “PLN vs Rakyat” berjalan menuju Kantor PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin, Selasa (28/7).
Setiba di lokasi, mereka bergantian menyampaikan orasi dan mendesak agar dapat bertemu langsung dengan jajaran direksi PLN.
Menanggapi aksi tersebut PT PLN (Persero) UP3 Banjarmasin meminta maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang masih terjadi.
Asisten Manajer Niaga dan Pemasaran PLN UP3 Banjarmasin, M Hendy Saifuddin menjelaskan, sistem kelistrikan di Kalimantan terhubung melalui jaringan interkoneksi Kalsel, Kalteng, Kaltim sampai Kaltara, sehingga gangguan pada satu pembangkit memengaruhi pasokan listrik di wilayah lain.
Saat ini, PLN masih melakukan perbaikan di PLTU Asamasam. Di saat bersamaan, muncul gangguan pada pembangkit di Kuala Kurun, Gunung Mas, Kalteng, serta pembangkit milik Tanjung Power Indonesia.
Baca juga: Penjelasan PLN Banjarmasin Soal Pemadaman Listrik Bergilir, Kembali Normal Awal September
Baca juga: PLN Kerahkan Seluruh Sumber Daya Percepat Pemulihan PLTU Asamasam, Jaga Keandalan Listrik Kalselteng
PLN menyiapkan pemulihan secara bertahap. Pada 30 Juli, satu unit pembangkit dijadwalkan kembali beroperasi sehingga durasi pemadaman diperkirakan berkurang dari sekitar lima hingga enam jam menjadi sekitar tiga jam.
Selanjutnya, pada 5 Agustus, tambahan pembangkit akan masuk ke sistem sehingga kondisi berubah menjadi siaga, yakni kapasitas pembangkit mulai seimbang dengan kebutuhan beban.
Tahap berikutnya, PLTU Asamasam ditargetkan kembali beroperasi 29 Agustus. Setelah seluruh pembangkit masuk ke sistem, PLN menargetkan pasokan kembali normal pada 6 September.
Mengenai kerusakan yang terjadi di Asamasam, dari siaran pers yang disampaikan PT PLN Persero UID Kalselteng, gangguan terjadi pada generator PLTU Asamasam, serta kebocoran pipa boiler dan turbin pada dua unit pembangkit Independent Power Producer (IPP).
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan bahwa fokus utama PLN saat ini adalah mempercepat penyelesaian pekerjaan di seluruh unit pembangkit yang mengalami gangguan sehingga pasokan listrik dapat segera dipulihkan.
“Saat ini seluruh tim bekerja tanpa henti bersama pengelola pembangkit untuk mempercepat proses perbaikan di setiap unit yang mengalami gangguan. Kami terus melakukan koordinasi secara intensif agar setiap tahapan pekerjaan dapat diselesaikan secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan dan kualitas. Dengan progres yang ada saat ini, kami menargetkan kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mulai berangsur pulih pada Minggu pertama Agustus 2026,” ujar Iwan.
Adanya pemadaman bergilir juga menjadi perhatian Gubernur Kalsel H Muhidin. Sebelum Rapat Paripurna di DPRD Kalsel, Gubernur menyempatkan memantau kondisi PLTU Asamasam melalui sambungan panggilan video dengan Kepala Badan Intelejen Negara Daerah (Kabinda) Kalsel, Brigjen Pol Sentot Adi Darmawan yang sedang berada di PLTU Asamasam, Tanahlaut.
“Kami berada di Asamasam, Pak Gubernur. Sekarang kami di depan generator yang mengalami kerusakan,” lapor Sentot kepada Muhidin yang saat itu bersama Ketua DPRD Kalsel Supian HK.
Selanjutnya, Sentot menyerahkan sambungan video kepada perwakilan Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asamasam untuk menjelaskan kondisi terkini. Dalam penjelasannya, perwakilan UBP Asamasam memastikan pasokan batu bara dalam kondisi aman sehingga tidak menjadi penyebab terjadinya pemadaman bergilir.
Ia menjelaskan, gangguan terjadi pada satu unit generator pembangkit berkapasitas 54 megawatt (MW) di PLTU Asamasam. Saat ini tim teknis masih melakukan investigasi, pemeriksaan lanjutan, sekaligus proses perbaikan.
Perwakilan UBP Asamasam menargetkan proses perbaikan generator tersebut dapat diselesaikan pada 25 Agustus 2026, sembari terus mengupayakan percepatan agar unit pembangkit dapat kembali beroperasi lebih awal.
Mendengar penjelasan itu, Muhidin sempat mengonfirmasi target normalisasi pasokan listrik yang sebelumnya beredar di masyarakat. “Awal Agustus ya?” tanya Muhidin.
Namun, perwakilan UBP Asam-Asam menegaskan target penyelesaian perbaikan generator tetap diproyeksikan pada 25 Agustus.
Perwakilan UBP Asamasam juga menyampaikan pembangkit di Tanjung telah berhasil sinkron dan kembali masuk ke sistem interkoneksi Kalimantan sehingga menambah pasokan daya. Dengan tambahan tersebut, pemadaman bergilir masih akan dilakukan, namun durasinya diharapkan mulai berkurang dibanding beberapa hari sebelumnya.(msr)
PLN UID KSKT untuk BPost
GANGGUAN - Proses Pull Out komponen Rotor Generator yang mengalami gangguan pada salah satu pembangkit di PLTU Asamasam, Senin (27/7).