Cegah Kebocoran Pendapatan Parkir, Dishub DKI Pasang Mata-Mata CCTV AI
Dian Anditya Mutiara July 29, 2026 10:32 AM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sistem pengawasan parkir berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk menekan potensi kebocoran pendapatan parkir.

Teknologi tersebut akan dipasang melalui kamera pengawas (CCTV) di pintu masuk dan keluar area parkir.

Sistem AI akan menghitung jumlah kendaraan yang keluar masuk secara otomatis, kemudian mencocokkannya dengan data transaksi yang tercatat.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Budi Awaludin mengatakan, sistem ini menjadi penguatan terhadap aplikasi parkir digital Parkee yang telah diterapkan di sejumlah lokasi parkir milik Pemprov DKI.

"Dengan adanya aplikasi Parkee ini ternyata mendongkrak pendapatan kita yang sungguh luar biasa, terutama kalau misal kita lihat di Monas itu lonjakannya sampai 300 persen," kata Budi, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Parkir di Atas Trotoar, Enam Motor Langsung Diangkut Sudinhub Jakarta Timur

AI Cocokkan Jumlah Kendaraan dan Transaksi

Meski berhasil meningkatkan pendapatan, Budi mengakui sistem Parkee masih memiliki kelemahan karena pencatatan kendaraan yang masuk masih dilakukan secara manual oleh petugas.

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian antara jumlah kendaraan yang masuk dengan transaksi yang tercatat.

"Karena Parkee yang ada, itu yang meng-input adalah dari anggota kita kan atau anggota yang ada di sana. Nah jadi salah satu yang harus bisa juga kita lakukan adalah dengan sistem digitalisasi melalui CCTV," ujarnya.

Budi menjelaskan, CCTV yang dilengkapi teknologi AI akan menghitung secara otomatis jumlah kendaraan yang masuk dan keluar setiap hari.

Baca juga: Parkir Liar, 14 Motor di Depan Mal Dharmawangsa Jaksel Ditindak Petugas

Data tersebut kemudian dibandingkan dengan transaksi parkir di sistem sehingga apabila ditemukan selisih, potensi kebocoran pendapatan dapat segera diketahui.

"Jadi CCTV kita taruh di depan pintu parkir, nah itu nanti ada AI-nya. Nah di back-end-nya itu bisa menghitung berapa sih sebenarnya jumlah yang masuk dan keluar, itu otomatis harian sehingga nanti akan bisa sama apakah yang ada di dalam yang di parkiran dengan yang di-input, yang masuk dan yang di-input," jelasnya.

Dishub Luncurkan Call Center Derek Gratis

Mobil Bea Cukai yang diderek pihak Dishub Jakarta Selatan karena parkir sembarangan viral di media sosial.
Mobil Bea Cukai yang diderek pihak Dishub Jakarta Selatan karena parkir sembarangan viral di media sosial. (Istimewa)

Selain memperkuat pengawasan parkir, Dishub DKI juga akan menghadirkan layanan call center derek gratis untuk kendaraan mogok, khususnya truk bertonase besar yang kerap memicu kemacetan.

Budi mengatakan program tersebut merupakan hasil koordinasi Pemprov DKI Jakarta dengan Kementerian Perhubungan sebagai upaya mengurangi kemacetan, terutama di jalur Cakung-Cilincing yang menjadi lintasan utama kendaraan logistik.

"Tadi kami baru saja juga rapat dengan Kemenhub terkait kemacetan di jalur Cakung-Cilincing, di mana salah satu juga yang menyebabkan kemacetan itu adalah karena adanya truk dengan tonase yang besar yang mogok," ujarnya.

Layanan derek gratis itu dijadwalkan mulai diluncurkan pada 9 Agustus 2026.

"Namun baru di-launching pada tanggal 9 Agustus dan mereka mencatat tuh dan itu akan dilakukan secara gratis untuk penderekan. Karena ini juga sangat bermanfaat untuk penderekan-penderekan mobil truk dengan tonase besar," ungkap Budi.

Dishub Usulkan Tambahan Mobil Derek

Meski layanan derek gratis segera diluncurkan, Dishub DKI masih menghadapi keterbatasan armada derek berkapasitas besar.

Saat ini, Dishub hanya memiliki satu unit mobil derek berkapasitas 40 ton yang ditempatkan di wilayah Jakarta Utara.

Padahal, kendaraan bertonase besar juga banyak melintas di ruas jalan utama Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Karena itu, Dishub mengusulkan penambahan armada agar proses evakuasi truk mogok dapat dilakukan lebih cepat.

"Tentunya memang sangat perlu untuk tonase-tonase yang memang di atas 40. Karena kalau sudah satu mogok di depan situ, itu sudah pasti macetnya akan panjang sekali karena itu luar biasa," kata Budi. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.