Gempa M 7,1 Hantam Jepang, Jembatan Putus hingga 300 Ribu Warga Dievakuasi 
Joanita Ary July 29, 2026 10:32 AM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta -- Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) pukul 16.27 waktu setempat.

Guncangan kuat yang dirasakan hingga sejumlah prefektur di Jepang bagian selatan menyebabkan kerusakan infrastruktur, memutus aliran listrik ke ribuan rumah, serta memaksa ratusan ribu warga mengungsi.

Otoritas Jepang melaporkan sedikitnya satu orang meninggal dunia dan 50 orang lainnya mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Gempa juga memicu peringatan tsunami dengan potensi gelombang mencapai satu meter sehingga warga yang berada di wilayah pesisir diminta segera menjauh dan menuju lokasi yang lebih aman.

Berdasarkan data Japan Meteorological Agency (JMA), pusat gempa berada di wilayah Kumamoto dengan kedalaman sekitar 10 kilometer.

Guncangan dangkal tersebut mengakibatkan kerusakan di sejumlah kawasan permukiman dan fasilitas umum.

Puluhan ribu rumah dilaporkan mengalami pemadaman listrik.

Layanan kereta api di sejumlah jalur juga sempat dihentikan untuk memastikan keamanan penumpang dan melakukan pemeriksaan terhadap infrastruktur perkeretaapian.

Kerusakan juga terjadi di sejumlah ruas jalan yang dilaporkan retak dan terbelah.

Beberapa jembatan dilaporkan mengalami kerusakan serius sehingga tidak dapat dilalui kendaraan. 

Di sejumlah kawasan pegunungan, gempa turut memicu longsoran yang mengakibatkan material batu dan tanah menutup akses jalan.

Salah satu lokasi yang terdampak adalah pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Kashima. Sejumlah orang dilaporkan sempat terjebak di dalam bangunan ketika gempa terjadi. Tim penyelamat langsung melakukan operasi pencarian dan evakuasi untuk memastikan seluruh korban dapat diselamatkan.

Kepanikan juga terjadi di berbagai wilayah terdampak. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berhamburan keluar bangunan untuk menyelamatkan diri ketika guncangan berlangsung.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian dinding dan atap akibat kuatnya gempa.

Pemerintah Jepang bergerak cepat dengan menginstruksikan sedikitnya 300.000 warga untuk menuju pusat-pusat evakuasi yang telah disiapkan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi terhadap potensi gempa susulan maupun ancaman tsunami di sejumlah wilayah pesisir Pulau Kyushu.

"Warga di wilayah terdampak diminta untuk tetap waspada terhadap gempa susulan dan mengikuti instruksi evakuasi dari otoritas setempat," demikian imbauan Japan Meteorological Agency kepada masyarakat.

Gempa susulan yang masih terus terjadi membuat pemerintah pusat mengerahkan sekitar 3.600 personel militer untuk membantu proses penanganan darurat.

Pasukan tersebut ditugaskan untuk membantu evakuasi warga, distribusi bantuan logistik, hingga pemulihan akses transportasi yang terdampak bencana.

Selain melakukan pencarian terhadap korban, tim penyelamat juga masih mendata tingkat kerusakan bangunan di sejumlah wilayah terdampak.

Otoritas setempat belum menutup kemungkinan bertambahnya jumlah korban maupun kerusakan infrastruktur seiring proses pendataan yang masih berlangsung.

Peringatan tsunami yang sempat dikeluarkan otoritas Jepang menjadi pengingat akan besarnya ancaman bencana yang ditimbulkan oleh gempa dangkal berkekuatan besar.

Jepang yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik memang menjadi salah satu negara dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia sehingga memiliki sistem mitigasi bencana yang ketat.

Hingga Selasa malam waktu setempat, warga di wilayah terdampak masih diminta untuk tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan dan tetap berada di pusat-pusat evakuasi.

Pemerintah Jepang juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi resmi terkait perkembangan situasi dan potensi gempa susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.