WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menteri Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat tak kuasa menahan air mata saat membela Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto.
Di tengah derasnya sorotan terhadap pelaksanaan MBG dalam beberapa waktu terakhir, Jumhur menegaskan bahwa tujuan utama program tersebut adalah memberi makan masyarakat yang mengalami kelaparan dan membutuhkan asupan gizi yang layak.
Pernyataan emosional itu disampaikan Jumhur saat menghadiri Konferensi Sungai Indonesia (KSI) 2026 di Mojokerto, Jawa Timur, Senin (27/7/2026).
Dengan suara bergetar, ia mengaku sedih melihat masih adanya pihak yang mencerca program yang menurutnya memiliki tujuan kemanusiaan.
"Orang yang lapar dikasih makan, anda cerca, jangan dong, enggak boleh," ujar Jumhur sembari meneteskan air mata.
Tangis Jumhur menjadi perhatian publik lantaran disampaikan di tengah polemik yang mengiringi Program Makan Bergizi Gratis. Belakangan, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu menjadi sorotan setelah muncul berbagai persoalan dalam pelaksanaannya, mulai dari dugaan penyimpangan hingga kasus dugaan korupsi yang menyeret sejumlah pihak di lingkungan pelaksana program.
Namun, menurut Jumhur, publik perlu membedakan antara tujuan sebuah program dengan pelanggaran yang mungkin dilakukan oleh oknum tertentu.
Ia menilai, apabila ditemukan penyimpangan, maka yang harus diproses secara hukum adalah pelakunya, bukan menghentikan program yang manfaatnya ditujukan bagi masyarakat.
"Kalau ada yang salah, yang ditindak pelakunya. Jangan programnya yang dihentikan," tegasnya.
Jumhur mengatakan, negara memiliki kewajiban untuk hadir memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, termasuk memastikan setiap warga mendapatkan makanan yang layak.
Karena itu, ia berharap kritik yang disampaikan kepada pemerintah tetap diarahkan untuk memperbaiki tata kelola program, bukan menghilangkan manfaat yang seharusnya diterima masyarakat.
Baginya, MBG bukan sekadar program pemerintah, melainkan ikhtiar untuk menjawab persoalan gizi dan kemiskinan yang masih dihadapi sebagian masyarakat Indonesia.
Di penghujung pernyataannya, Jumhur bahkan melontarkan pesan tegas kepada pihak yang menurutnya menghina program tersebut.
Ia menyatakan siap berdiri di garis terdepan untuk membela program yang bertujuan memberi makan masyarakat yang membutuhkan.
"Kalau anda menghardik program orang yang lapar diberi makan, anda berhadapan dengan saya, itu saja," kata Jumhur.
Pernyataan Menteri Lingkungan Hidup itu pun menjadi sorotan karena disampaikan dengan penuh emosi.
Tangis Jumhur sekaligus menjadi penegasan bahwa kritik terhadap pelaksanaan program tidak seharusnya mengaburkan tujuan utama MBG, yakni memastikan masyarakat yang membutuhkan memperoleh akses terhadap makanan bergizi yang layak.