Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup 2 Kali, Antrean Kendaraan Mengular Hingga Hutan Cekik
Putu Dewi Adi Damayanthi July 29, 2026 10:37 AM

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali, dilaporkan hingga kawasan Hutan Cekik, Selasa 28 Juli 2026 malam. 

Adalah dampak dari penundaan sementara pelabuhan karena cuaca buruk, ditambah volume kendaraan yang tinggi pada sore menjelang malam hari. 

Diketahui, dalam sehari kemarin, Pelabuhan Gilimanuk ditutup dua kali karena cuaca buruk angin kencang dan gelombang tinggi.

Menurut informasi yang berhasil diperoleh, penutupan Pelabuhan Gilimanuk pertama dilakukan sejak pukul 11.11 WITA. 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Bali Hari Ini 29 Juli 2026, Waspada Angin Kencang di Denpasar hingga Klungkung

Saat itu, angin bertiup begitu kencang dan gelombang tinggi mencapai 2,5 meter terjadi di Selat Bali. Sehingga berpotensi membahayakan pelayaran. 

Hingga akhirnya cuaca kembali membaik dan penyeberangan kembali dibuka sekitar pukul 13.45 WITA. 

Sehingga aktivitas kembali berangsur normal. Artinya, Pelabuhan Gilimanuk sempat ditutup sekitar 2 jam 34 menit.

Kemudian penutupan kedua terjadi mulai 17.30 WITA. 

Saat itu cuaca buruk kembali melanda Selat Bali yang menjadi akses utama masuk dan keluar Pulau Bali. 

Penutupan ditenggarai angin yang begitu kencang, yakni dengan kecepatan 20-25 knot. Di sisi lain, gelombang tinggi juga terjadi.

Hingga akhirnya sekitar pukul 18.55 WITA, Pelabuhan Gilimanuk kembali dibuka karena cuaca sudah mulai bersahabat. 

"Kemarin dua kali penutupan sementara pelabuhan karena cuaca buruk," kata Kapolsek Kawasan Pelabuhan Gilimanuk, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi, Rabu 29 Juli 2026. 

Dia menyebutkan, pada awalnya dampak dari penundaan penyeberangan tersebut masih kondusif. 

Namun seiring waktu dan adanya penundaan pelayaran kedua pada sore hari, kendaraan yang bergerak menuju Pelabuhan Gilimanuk terus meningkat. 

Hingga akhirnya, volume kendaraan yang tinggi ditambah adanya penutupan sementara pelabuhan sebabkan antrean hingga beberapa kilometer. 

"Tengah malam tadi sempat sampai di Cekik. Selain karena volume kendaraan yang memang tinggi, karena adanya penutupan juga dengan waktu satu jam lebih," jelasnya. 

Dia mengimbau seluruh pengguna jasa untuk memaklumi kondisi tersebut. 

Karena kebijakan penutupan sementara pelabuhan untuk memprioritaskan keselamatan pengguna jasa. 

"Cuaca buruk memang salah satu hal yang tidak bisa kita hindari. Sehingga kebijakan penutupan menjadi salah satu langkah untuk mengutamakan keselamatan pengguna jasa dan pelayaran. Kami mohon pengguna jasa memaklumi kondisi tersebut dan tetap mengikuti arahan petugas di lapangan untuk kelancaran aktivitas penyeberangan," tandasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.