Kasus Tewasnya KD, Desa Batunya Bali Minta Maaf ke Keluarga Korban dan Sidetapa, Siapkan Mediasi
Putu Dewi Adi Damayanthi July 29, 2026 10:37 AM

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN – Pemerintah Desa Batunya bersama Desa Adat, para penglingsir, dan warga Banjar Dinas Juwuk Legi menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban serta masyarakat Desa Sidetapa, Kabupaten Buleleng, Bali, menyusul kasus pengeroyokan terhadap terduga pelaku pencurian ayam yang berujung meninggal dunia. 

Permintaan maaf tersebut disampaikan sebagai bentuk empati sekaligus upaya meredam situasi agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik antar desa. 

Hal itu pun dikatakan Kepala Desa Batunya, I Made Riasa, saat dikonfirmasi pada Rabu 29 Juli 2026. 

Selain itu, pihak Desa Batunya juga berencana menggelar mediasi di Polsek Baturiti dalam waktu dekat.

Baca juga: Usai Bantu Anak KD, Relawan Salurkan Donasi 26,3 Juta untuk Anak-anak Tersangka Pengeroyokan

Disebutkan pasca kejadian, warga dan Pemerintah Desa Dinas, penglingsir dan Desa Batunya menggelar paruman. 

Pada kesempatan itu sepakat untuk membangun komunikasi dengan pihak Desa Sidetapa.

"Kami dari penglingsir desa, desa dinas, desa adat beserta warga di Juwuk Legi menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Kami juga akan segera melaksanakan mediasi dengan para penglingsir di Sidetapa," ujarnya.

Menurutnya, mediasi diharapkan dapat menghasilkan penyelesaian yang baik, sehingga proses hukum terhadap warga yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka dapat memperoleh pertimbangan sesuai mekanisme yang berlaku. 

Ia juga berharap keluarga korban bersama masyarakat Sidetapa tidak memperpanjang persoalan tersebut, sehingga hubungan baik antarwarga tetap terjaga.

"Kami tidak ingin masalah ini berlarut-larut dan mengakibatkan konflik antar desa dikemudian hari," harapnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat ini, Pemerintah Desa Batunya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sidetapa untuk menjadwalkan mediasi. 

Namun pelaksanaannya masih menunggu kondisi Perbekel Sidetapa yang sedang mendampingi istrinya menjalani operasi.

"Kalau kondisi sudah memungkinkan, kami sepakat mediasi akan dilaksanakan di Polsek. Mudah-mudahan melalui mediasi nanti ada jalan terbaik bagi semua pihak dan situasi kembali kondusif," imbuhnya. 

Seperti diketahui, Ratusan krama Banjar Dinas Juwuk Legi, menggelar paruman (rapat) pada Selasa 28 Juli 2026. 

Hal itu dilakukan pasca ditetapkannya lima warga Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti sebagai tersangka, karena mengeroyok terduga pelaku maling ayam hingga menyebabkan korban KD warga Desa Sidatapa, Buleleng meninggal dunia.  (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.