Dirut PSIM Yogyakarta Ungkap Ramainya Stadion Bisa Jadi Modal Belanja Pemain Paruh Kedua
Hari Susmayanti July 29, 2026 11:14 AM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Direktur Utama PSIM Yogyakarta, Yuliana Tasno, mengungkapkan pentingnya menyisihkan anggaran untuk kebutuhan tim pada paruh musim kompetisi. 

Menurutnya, keberadaan dana cadangan menjadi hal yang krusial agar manajemen memiliki ruang untuk memperkuat skuad apabila dibutuhkan.

Yuliana menjelaskan, dalam sepak bola selalu ada kemungkinan pemain yang direkrut tidak sesuai ekspektasi. Namun, PSIM tetap berkomitmen menghormati kontrak para pemain meski kontribusinya belum maksimal.

“Ini biasa di sepak bola, ada pemain yang enggak cocok sama PSIM. Tapi PSIM harus menjaga integritas dan menghormati kontrak yang sudah ada. Ketika pemain belum memberikan kontribusi, ya pasti ada rasa kecewa. Tapi bagaimanapun juga kita harus menghormati kontrak yang ada,” ujarnya, Rabu (29/7/2026).

Menurut perempuan yang akrab disapa Liana itu, kondisi tersebut juga berdampak pada beban keuangan klub karena PSIM tetap harus memenuhi kewajiban kontrak, termasuk jika harus memberikan kompensasi kepada pemain.

Karena itu, ia menilai skema ideal dalam penyusunan anggaran adalah menyediakan dana khusus yang bisa digunakan pada putaran kedua kompetisi.

“Kalau ditanya ideal, memang di putaran kedua harus ada budget spare sendiri. Jadi intinya begini, tolong suporter penuhi stadion PSIM. Karena itu kontribusinya besar sekali untuk nanti di paruh musim, misalnya kalau kita perlu beli pemain baru,” katanya.

Baca juga: PSIM Yogyakarta Resmi Pertahankan Franco Ramos, Nasib Nermin Haljeta Masih Dievaluasi

Liana berharap dukungan suporter tidak hanya hadir dalam bentuk kritik, tetapi juga dengan memenuhi stadion saat pertandingan kandang. Menurutnya, pemasukan dari penjualan tiket sangat membantu menjaga kesehatan finansial klub.

“Jangan lagi nanti kalau enggak ada apa-apa langsung menyalahkan manajemen. Kita semua di sini kerja keras. Enggak ada yang memikirkan kepentingan pribadi, semua benar-benar untuk DIY. Jadi jangan ada curiga lagi sama kita. Kita selalu ingin memberikan yang terbaik untuk PSIM,” ucapnya.

Ia juga berkaca pada pengalaman musim lalu ketika PSIM tampil di luar ekspektasi dengan mampu bersaing di papan atas.

Kondisi itu membuat anggaran yang semula disusun harus disesuaikan agar operasional klub tetap berjalan hingga akhir musim.

“Kemarin coba bayangkan, kita tiba-tiba di posisi lima. Buat saya pribadi itu overachieve. Akhirnya budget yang disiapkan habis. Daripada nanti di akhir musim saya enggak bisa bayar gaji pemain, itu kan enggak baik. Sebagai dirut, saya harus memastikan semuanya terhitung dengan presisi,” tuturnya.

Karena itu, Liana kembali menegaskan bahwa dukungan suporter melalui kehadiran di stadion menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat kondisi finansial klub sekaligus membuka peluang PSIM menambah amunisi pada putaran kedua kompetisi.

“Jadi idealnya memang harus ada spare budget di paruh kedua untuk penambahan pemain. Tolong stadion PSIM diramaikan, karena menyeimbangkan kebutuhan internal klub di Liga 1 itu tidak mudah. Kebutuhan PSIM di Liga 1 sangat banyak,” pungkasnya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.