- Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah muncul klaim peluncuran rudal ke arah pasukan AS di Timur Tengah.
Komando Pusat AS atau CENTCOM mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat, sementara Iran belum mengakui bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Iran kembali meluncurkan rudal balistik ke arah pasukan AS setelah jeda serangan selama lima hari pada Rabu (29/7).
Komando Pusat AS atau CENTCOM menyatakan rudal tersebut ditembakkan langsung dari wilayah Iran.
Serangan itu disebut sebagai upaya mendadak yang menyasar pasukan AS di kawasan Timur Tengah.
Namun, CENTCOM mengklaim seluruh rudal berhasil dicegat sebelum mencapai sasaran.
Militer AS juga langsung meningkatkan kesiagaan di seluruh wilayah operasinya.
Laporan media lokal sebelumnya menyebut rudal Iran mengarah ke pangkalan militer AS di Yordania.
Seorang pejabat AS kepada The Jerusalem Post mengatakan sedikitnya empat rudal ditembakkan menuju pangkalan tersebut.
Menurut CENTCOM, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan setelah seluruh rudal berhasil dihancurkan.
Serangan itu menjadi peluncuran rudal balistik pertama sejak Presiden Donald Trump menghentikan operasi militer terhadap Iran.
Keputusan tersebut sebelumnya diambil untuk memberi ruang bagi upaya diplomasi antara Washington dan Teheran.
Meski begitu, AS telah memperingatkan bahwa operasi militer dapat kembali dilakukan jika perundingan gagal mencapai kesepakatan.
Peluncuran rudal terbaru ini pun dinilai kembali meningkatkan ketegangan di tengah proses diplomasi yang masih berlangsung.
Sementara itu, Iran belum mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Seorang pejabat militer Iran justru memperingatkan agar setiap serangan terhadap kepentingan AS di kawasan tidak otomatis dikaitkan dengan Teheran.
Axios menilai insiden terbaru ini berpotensi menggagalkan jeda rapuh yang sebelumnya dibangun untuk membuka jalan perundingan.
Program: Tribun Video Update
Host: Feba Fadhiliana
Editor Video: Aura Dewi Arafuru
Uploader: bagus gema praditiya sukirman