Pabrik Arang di Bondowoso Terbakar, Pemadaman Butuh 6 Jam dan Lebih dari 100 Ribu Liter Air
Haorrahman July 29, 2026 01:55 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Pabrik arang di Desa Jebung Kidul, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, terbakar Rabu (29/7/2026). Pemadaman butuh waktu enam jam dengan lebih dari 100 ribu liter air. 

Kebakaran tersebut menghanguskan gudang penyimpanan beserta arang siap jual dan bahan baku, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satpol PP Bondowoso mengerahkan dua regu armada dan menghabiskan sekitar 20 tangki air berkapasitas 5.000 hingga 6.000 liter untuk menjinakkan api.

Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, mengatakan kebakaran menyebabkan bangunan gudang, arang siap jual, serta bahan baku arang ludes terbakar.

Baca juga: Dua Kebakaran Dalam Sehari di Bondowoso, Tiga Rumah Hangus Terbakar

"Kerugian mencapai Rp500 juta. Kerusakan di bagian satu sekitar Rp50 juta, sedangkan di bagian sebelahnya mencapai Rp450-an juta," jelas Tedy.

Berdasarkan hasil penanganan awal, kebakaran diduga dipicu arang yang belum sepenuhnya padam setelah dikeluarkan dari proses pengovenan. Saat dipindahkan ke gudang penyimpanan, arang diduga masih menyimpan bara. Kondisi cuaca berangin di musim kemarau kemudian memicu bara kembali menyala dan api dengan cepat menjalar ke seluruh gudang.

"Diduga api bersumber dari arang yang masih membara," lanjutnya.

Baca juga: Terbakar Sejak Sabtu, Kebakaran Gunung Ringgit Probolinggo Akhirnya Padam

Tedy menjelaskan, proses pemadaman berlangsung cukup lama karena tumpukan arang terus mengeluarkan bara sehingga api sulit dipastikan benar-benar padam. Selain itu, lokasi pabrik yang berada cukup jauh dari jalan utama membuat mobil pemadam membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan pengisian ulang air.

Pemadaman dimulai sekitar pukul 06.00 WIB dan baru dapat dikendalikan sekitar pukul 12.00 WIB.

"Iya, lokasinya cukup jauh dari jalan utama," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, Damkar Bondowoso mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau, terutama saat menangani sumber api maupun membakar sampah.

Tedy mengingatkan masyarakat agar memastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan karena embusan angin berpotensi membuat bara kembali menyala dan memicu kebakaran.

"Khawatir apinya menyala lagi karena terpaan angin," tambahnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.