Aktivitas Gunung Semeru Meningkat, 21 Gempa Letusan dan 1 Awan Panas Guguran Terekam
Thoriq July 29, 2026 11:57 AM

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, LUMAJANG — Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi.

Berdasarkan laporan periode pengamatan 29 Juli 2026 pukul 00:00–06:00 WIB, gunung setinggi 3.676 mdpl ini tercatat mengalami puluhan kali gempa letusan serta guguran awan panas.

Petugas Pengamatan Gunung Semeru, Wahyu Andrian Kusuma, melaporkan secara visual gunung api tertutup kabut tingkat 0-III dan asap kawah tidak teramati.

Kondisi klimatologi di sekitar lokasi terpantau mendung hingga hujan dengan angin lemah mengarah ke barat laut serta suhu udara berkisar 20–22°C.

Baca juga: Gunung Semeru Enam Kali Erupsi, Keluarkan Guguran Awan Panas Sejauh 3,5 Kilometer 

Rincian Aktivitas Kegempaan

Aktivitas kegempaan yang terekam selama enam jam pengamatan didominasi oleh gempa letusan:

 21 kali gempa Letusan/Erupsi (amplitudo 11–22 mm, durasi 50–178 detik).

 1 kali gempa Awan Panas Guguran (amplitudo 22 mm, durasi 168 detik).

 2 kali gempa Guguran (amplitudo 4–23 mm, durasi 58–61 detik).

 6 kali gempa Hembusan (amplitudo 2–9 mm, durasi 36–118 detik).

 1 kali gempa Harmonik (amplitudo 7 mm, durasi 299 detik).

 1 kali gempa Vulkanik Dalam (amplitudo 9 mm, S-P 1,6 detik, durasi 11 detik).

 2 kali gempa Tektonik Lokal (amplitudo 4–12 mm, S-P 4–4,5 detik, durasi 18 detik).

Status dan Rekomendasi Keselamatan

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih berada di Level III (Siaga) Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat dan wisatawan:

Dilarang beraktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak.

Di luar jarak tersebut, masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 500 meter dari sempadan sungai karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer.

Sterilkan seluruh aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru dari ancaman bahaya lontaran batu pijar.

"Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar dingin di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Semeru," jelas Wahyu, Rabu (29/7/2026).

Area yang harus diwaspadai meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai di sekitarnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.