TRIBUNPALU.COM - Seorang pria berusia 35 tahun ditemukan dalam perut Ular Piton raksasa.
Pria diketahui bernama Hasim Lumbesi (35), warga Desa Waisakai, Kecamatan Mangoli Utara Timur, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara.
Hasim ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dalam perut ular piton raksasa.
Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 20.00 WIT di Fatliwanka, Desa Kobo, Kecamatan Mangoli Utara Timur.
Saksi Aswinto Umsasugi, menceritakan, korban berjalan kaki sendirian untuk pulang ke rumahnya di Desa Waisakai usai menghadiri acara pesta joget di Desa Kobo, pukul 04.00 WIT.
Namun hingga sore hari, korban belum juga tiba di rumahnya sehingga menimbulkan kepanikan keluarga.
Baca juga: WNA Korban Kapal Hilang Kontak di Teluk Tomini Dievakuasi ke Luwuk Banggai
Keluarga dan masyarakat Desa Waisakai kemudian memutuskan untuk melakukan pencarian di rute jalan yang dilewati oleh korban.
“Jarak antara Desa Kobo dan Desa Waisakai pun cukup jauh melewati hutan jalan setapak dan tidak ada rumah di sepanjang jalan hingga masuk Desa Waisakai sehingga kejadian korban dililit ular tidak di ketahui oleh siapapun,” jelasnya kepada media, Rabu (29/7/2026).
Pada pukul 16.20 WIT, saat adik korban dan temannya berjalan kaki dari Desa Kobo menuju Desa Waisakai, mereka menemukan tas dan senter milik korban di lokasi jalan Fatliwangka tepatnya di dekat Fat Finakoa.
“Sekitar pukul 20.00 WIT, keluarga korban dan masyarakat yang melakukan pencarian menemukan Ular Piton berukuran besar yang saat itu tidak dapat berjalan lagi karena berutnya yang membesar seperti telah menelan sesuatu,” bebernya.
Baca juga: Dirumorkan Masuk Bursa Gubernur BI, Menteri Keuangan: Isu Abadi
Keluarga korban dan warga yang melakukan pencarian langsung membunuh dan membelah perut ular itu untuk memastikan isinya.
Saat warga membelah perut Ular Piton tersebut, mereka menemukan mayat korban di dalamnya.
Kondisi korban sudah membengkak dan kulitnya menghitam kebiruan setelah ditelan ular.
"Korban diduga diterkam saat berjalan kaki hendak pulang ke rumahnya di Desa Waisakai," katanya.
Setelah berhasil mengeluarkan jenazah dari dalam perut ular, warga bersama keluarga langsung mengevakuasi korban ke rumah duka di Desa Waisakai.
Selanjutnya, jenazah disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Kapolres Kepulauan Sula AKBP Handres menjelaskan, korban sudah dievakuasi dan berada di rumah duka untuk dimakamkan.
Atas kejadian ini, Polres Kepulauan Sula mengimbau kepada masyarakat agar selalu berhati-hati dalam melakukan aktivitas di kebun.
“Kami imbau agar masyarakat bisa hati-hati saat pergi ke kebun bila perlu saat ke hutan bisa dua orang tidak sendirian,” harapnya.(*)