TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau menggelar kegiatan bertajuk "Doa Bersama Masyarakat Riau Menjemput Keadilan Abdul Wahid" pada Rabu (29/7/2026) pukul 18.30 WIB.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Kantor DPW PKB Riau, Jalan Parit Indah, Kota Pekanbaru. Selain di tingkat provinsi, doa bersama juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh DPC PKB di kabupaten dan kota se-Riau.
Doa bersama digelar menjelang pembacaan putusan atau vonis terhadap Abdul Wahid yang saat ini berstatus terdakwa dalam perkara dugaan korupsi. Berdasarkan jadwal persidangan, Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Pekanbaru akan membacakan putusan pada Kamis, 30 Juli 2026, setelah rangkaian persidangan memasuki tahap akhir dengan agenda duplik pada Selasa (28/7/2026)
Sekretaris Dewan Syuro PKB Riau, H. El Yusril, S.E., M.M., mengatakan doa dan munajat merupakan bagian dari tradisi yang telah lama dijalankan warga PKB yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (Nahdiyin) maupun kalangan nasionalis.
Menurutnya, setiap urusan manusia tidak terlepas dari kehendak Allah SWT, sehingga berdoa menjadi kewajiban sebagai bentuk penghambaan kepada Sang Pencipta.
"Berdoa dan bermunajat adalah kebiasaan rutin warga PKB. Ini merupakan bentuk penghambaan kepada Allah. Tidak ada satu pun urusan di dunia ini yang terlepas dari qudrat dan iradat-Nya," ujar El Yusril kepada Tribunpekanbaru.com.
Baca juga: PKB Riau Gelar Doa Bersama Sebelum Putusan Vonis Gubernur Nonaktif Abdul Wahid
Baca juga: 142 Kejadian Kebakaran dalam Tujuh Bulan Ini di Kota Pekanbaru, Kebakaran Bangunan Mendominasi
Ia menjelaskan, doa dapat dilakukan secara pribadi maupun berjamaah.
Namun, kali ini kegiatan dilaksanakan secara serentak agar semakin menumbuhkan semangat spiritual dan kebersamaan dalam memohon pertolongan kepada Tuhan.
El Yusril menegaskan, warga PKB meyakini bahwa perjuangan menegakkan kebenaran harus dilakukan dengan istiqamah, sekalipun menghadapi berbagai tantangan.
Sementara itu, perlawanan terhadap kezaliman dan ketidakadilan, menurutnya, harus ditempuh melalui cara-cara yang santun, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
"Berdoa dan bermunajat adalah salah satu bentuk usaha dan perjuangan tertinggi karena mengedepankan etika sebagai hamba dan adab sebagai makhluk. Keadilan yang hakiki hanya milik Allah, sehingga kepada-Nya lah kita memohon," katanya.
Melalui doa bersama tersebut, PKB Riau berharap seluruh masyarakat turut memberikan doa terbaik agar Abdul Wahid memperoleh keadilan dalam proses hukum yang sedang dijalani.
"Semoga dukungan doa dari seluruh lapisan masyarakat Riau, terutama pada waktu-waktu yang mustajab, menjadi ikhtiar bersama agar Allah SWT menurunkan rahmat dan memberikan keputusan yang terbaik bagi pimpinan PKB Riau, Bapak Abdul Wahid," tutup El Yusril.(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)