TRIBUNNEWS.COM - Jagat maya belum lama ini dihebohkan dengan unggahan pemilik pabrik skincare, Heni Sagara yang mendadak menyindir Fitri Salhuteru.
Saat huru-hara di dunia produk perawatan kulit alias skincare Tanah Air mencuat, nama Heni Purnamasari alias Heni Sagara pun ikut ramai diperbincangkan.
Namun kini Heni mendadak menggemparkan publik melalui unggahan di Instagram pribadinya.
Di mana wanita yang juga seorang apoteker ini mendadak mengunggah momen lawas saat dirinya bersama Fitri Salhuteru di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat.
Istri Iwa Wahyudi pun membuat heboh dengan keterangan unggahan yang ditulisnya, sebab dalam tulisan itu Heni mengisyaratkan telah pecah kongsi dengan Fitri Salhuteru.
Meski tak menyebut secara gamblang mengapa dirinya menuliskan sindiran kepada pengusaha 50 tahun itu, Heni sempat menyinggung soal mafia hukum.
"Diingat ini ya kakak sayang @fitri_salhuteru @fs.salhuteru.Kakak yang tahu semua permasalahannya.Ada Mafia hukum disini," seru Heni, dikutip Rabu (29/7/2026).
Ibu lima anak ini juga meluapkan amarah yang selama ini ia tahan terkait dengan sikap Fitri Salhuteru kepada dirinya.
"Saya selama ini diam, menghormati kakak.Tapi kalo saya di injak-injak terus, saya tidak bisa terima," tambahnya lagi.
Di akhir tulisan itu, Heni pun memberikan sindiran untuk pengusaha yang juga mantan sahabat aktris Nikita Mirzani ini.
Baca juga: Fitri Salhuteru Tuding Warganet yang Hujat Michelle Halim sebagai Buzzer Kiriman Doktif
"Ingat ka.. saya sudah tau semuanya tentang apa yang sedang kalian rencanakan.Saya tidak takut!" tukas Heni Sagara.
Belum lama ini, Doktif membuat pernyataan soal dugaan penyegelan pabrik milik Heni Saraga melalui video siaran langsungnya.
Penyegelan itu diduga terjadi akibat pabrik tersebut memproduksi produk skincare yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku di Tanah Air.
"Oh iya guys, Doktif nggak akan bosen ya ingetin kenapa sih pabrik yang HS (Heni Sagara) itu kemarin disegel menurut kalian kenapa?" kata Doktif.
Di momen itu, Doktif mengatakan penyegelan pabrik Heni tersebut, ikut menyeret nama rekan sejawatnya, Dokter Richard Lee (DRL).
"Coba dong komen menurut kalian kenapa disegel? Soalnya ada yang ngaku-ngaku, ada yang ngaku-ngaku merasa paling berjasa gitu siapa lagi kalau bukan DRL?" beber Doktif.
Mengaku mendapatkan serangan buzzer alias sekelompok orang yang bertujuan mempengaruhi opini publik di media sosial diduga kiriman dari Heni Sagara, Doktif pun membocorkan alasan mengapa pabrik skincare milik founder Sagara Group itu disegel.
Doktif mengatakan dari pabrik tersebut, Heni telah memproduksi lebih dari 150 produk skincare yang komposisinya tidak sesuai.
"Nih ya, lebih dari 150 produk skincare yang diproduksi di HS tidak sesuai dengan komposisinya. Itu jawaban yang sebenarnya."
"Artinya BPOM menemukan adanya over claim."
"Sekarang pada paham ya? Kalo Doktif nggak koar-koar, berapa lagi, berapa juta masyarakat lagi yang akan terbuang percuma duitnya?" lanjunya.
Aksi Dokter yang kerap tampil nyentrik bertopeng ini pun kini mendapatkan tanggapan dari Fitri Salhuteru, orang terdekat Heni Sagara.
Fitri menilai apa yang dikatakan oleh Doktif itu bisa masuk dalam kasus dugaan penggiringan opini terhadap sang apoteker.
"Jejakdigital silahkan di ingat ya peng (Doktif). Jangan bilang penggalan, atau giringan. Ini jejak digital nya. Jangan sampai Bu @heni_sagara seperti peribahasa Gajah di kelopak mata tak tampak, semut di lautan tampak."
"Apa benar sesuai pernyataan si Samira kalau pabrik Bu HS (Heni Sagara) ini memproduksi skincare tidak sesuai aturan. Apalagi sampai ratusan produk yg tidak sesuai. Apakah benar??" tembak Fitri.
Di akhir tanggapannya, pengusaha yang sukses dalam bisnis properti hingga fashion ini pun mengaku belum mendapatkan informasi resmi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) soal produk skincare Heni yang disebut diproduksi tidak sesuai aturan.
"Belum paham nih saya, atas koar koarnya si Samira, sampai saat ini tidak ada BPOM mengumumkan 1 pun produk dari @heni_sagara yang disebut samira, Kalau HS itu Heni Sagara kan,izin bertanya," tutup Fitri Salhuteru.
(Tribunnews.com/Gabriella)