TRIBUNNEWS.COM – FIFA ASEAN Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan sengit antarnegara di kawasan Asia Tenggara. Meski mengusung nama baru di bawah naungan FIFA, komposisi pesertanya membuat turnamen ini terasa tak ubahnya seperti edisi terbaru Piala AFF.
Hal tersebut karena mayoritas kontestan berasal dari negara-negara Asia Tenggara yang selama ini rutin bersaing di ajang Piala AFF.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA ASEAN Cup 2026, sebanyak 14 tim akan ambil bagian pada edisi perdana turnamen tersebut.
Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah Premier Division (Divisi 1), sementara Hong Kong dipercaya menjadi tuan rumah Challenge Division (Divisi 2).
Premier Division dihuni delapan tim yang dibagi ke dalam dua grup, masing-masing berisi empat peserta. Sementara Challenge Division diikuti enam tim yang terbagi ke dalam dua grup dengan masing-masing tiga peserta.
Seluruh pertandingan fase grup menggunakan format single round robin, sehingga setiap tim hanya bertemu satu kali dengan seluruh lawannya di grup.
Dengan sistem tersebut, setiap peserta di Divisi 1 akan menjalani tiga pertandingan pada fase grup. Nantinya, dua juara grup akan saling berhadapan di partai final untuk memperebutkan gelar juara divisi.
Sementara di Divisi 2, setiap tim hanya memainkan dua pertandingan karena jumlah peserta lebih sedikit. Dua juara grup kemudian akan bertemu di partai final Challenge Division.
Jika melihat komposisi 14 peserta FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen ini pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan Piala AFF meski membuka kesempatan bagi negara-negara di luar Asia Tenggara untuk ikut berpartisipasi.
Mundurnya China Ubah Peta Persaingan
Perbedaan paling mencolok pada FIFA ASEAN Cup 2026 dibandingkan Piala AFF hanya terletak pada kehadiran India dan Pakistan di Divisi 1, serta Hong Kong di Divisi 2.
Adapun hasil drawing yang baru saja digelar pada Rabu (29/7) menempatkan Timnas Indonesia berada di Divisi 1 Grup A bersama Malaysia, India, dan Singapura.
Sementara Divisi 1 Grup B berisikan Thailand, Filipina, Vietnam dan Pakistan.
Di sisi lain, Disivi 2 Grup A berisikan Hong Kong, Myanmar, Brunei Darussalam. Dan Grup B dihuni Kamboja, Laos dan Timor Lesta.
Baca juga: Jadwal & Format FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Hadapi Malaysia, Derby Melayu Kembali Tersaji
Sementara itu, China yang sebelumnya sempat menyatakan minat untuk berpartisipasi justru memutuskan mundur sebelum turnamen dimulai.
Mundurnya China membuat persaingan FIFA ASEAN Cup 2026 semakin identik dengan Piala AFF. Tidak ada lagi peserta dengan peringkat FIFA yang jauh di atas negara-negara Asia Tenggara.
Turnamen ini sendiri dijadwalkan mulai bergulir pada 23 September 2026.
Keputusan China untuk mengundurkan diri juga berpotensi berbuntut sanksi finansial.
Berdasarkan regulasi resmi FIFA ASEAN Cup 2026, asosiasi anggota yang membatalkan keikutsertaan 30 hari atau lebih sebelum laga pertama akan dikenai denda minimal 15.000 franc Swiss (CHF) atau sekitar Rp331 juta oleh Komite Disiplin FIFA.
Sementara itu, peserta yang mengundurkan diri kurang dari 30 hari sebelum pertandingan perdana akan dikenai denda minimal 20.000 CHF, atau sekitar Rp441 juta.
Absennya China yang menempati peringkat 91 FIFA membuat kekuatan tradisional Asia Tenggara kembali mendominasi turnamen.
Berdasarkan ranking FIFA terbaru, Thailand menjadi peserta dengan peringkat tertinggi, yakni peringkat 94 dunia, disusul Vietnam di posisi 99.
Adapun Timnas Indonesia menempati peringkat 117 FIFA, sekaligus menjadi tim dengan peringkat ketiga terbaik di FIFA ASEAN Cup 2026.
Meski masih berada di bawah Thailand dan Vietnam dari segi peringkat dunia, skuad Garuda tetap diprediksi menjadi salah satu kandidat kuat juara berkat perkembangan performa yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan kondisi tersebut, Thailand dan Vietnam diperkirakan kembali menjadi dua lawan terberat Timnas Indonesia dalam perebutan gelar FIFA ASEAN Cup 2026, sebagaimana yang selama ini kerap terjadi di ajang Piala AFF.
Pembagian Grup FIFA ASEAN Cup 2026
Divisi 1 (Indonesia)
Indonesia (Ranking 117)
Malaysia (Ranking 136)
India (Ranking 138)
Singapura (Ranking 148)
Thailand (Ranking 94)
Vietnam (Ranking 99)
Filipina (Ranking 135)
Pakistan (Ranking 198)
Divisi 2 (Hong Kong)
Hong Kong (Ranking 156)
Myanmar (Ranking 158)
Brunei Darussalam (Ranking 194)
Kamboja (Ranking 175)
Laos (Ranking 185)
Timor Leste (Ranking 201)
(Tribunnews.com/Ali)