Bayi Berkaki Menyatu Mirip Putri Duyung, Warga OKI Ungkap Orangtua Pulang ke Bangka untuk Melahirkan
Dedy Qurniawan July 29, 2026 05:03 PM

 

BANGKAPOS.COM -- Warga Desa Kuala Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dibuat geger setelah beredar kabar mengenai seorang bayi yang lahir dengan kondisi kedua kaki menyatu menyerupai putri duyung.

Peristiwa langka itu menjadi perbincangan luas setelah video bayi tersebut viral di media sosial. Bayi tersebut diketahui meninggal dunia saat proses persalinan.

Yanti, salah satu warga Desa Kuala Dua Belas membenarkan ada orangtua bayi tersebut adalah warga satu desa dengannya.

Dia mengatakan bayi tersebut tidak dilahirkan di sana, melainkan di Kepulauan Bangka Belitung.

"Selama hamil, orang tua dari bayi, yaitu Susi dan Wandri, memang tinggal di sini (Kuala 12, OKI). Tetapi saat ingin melahirkan, mereka memilih pulang ke rumah orang tua istrinya yang ada di Bangka Belitung," ujarnya saat dikonfirmasi TribunSumsel.com melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2026).

Baca juga: Mobil Damkar Terbakar Diduga Kelalaian Petugas, Pemkab Bangka Barat Tunggu Hasil Penyelidikan

"Memang mereka kalau melahirkan pasti selalu pulang ke Bangka, dan ini adalah anak ketiganya," sambungnya. 

 Dikatakan Yanti, persalinan itu terjadi pada Kamis, (23/7/2026), di rumah orang tua istri. 

Namun, berdasarkan informasi yang diperoleh, sang anak ketiga telah dinyatakan meninggal dunia saat masih dalam kandungan.

"Iya, waktu dilahirkan kondisi sudah meninggal dunia dan di hari itulah sang bayi langsung dimakamkan di sana (Bangka)," ungkapnya.

Dikatakan lebih lanjut, Yanti mengaku fenomena seperti ini baru terjadi sejak puluhan tahun silam, sehingga membuat heboh dan menggemparkan masyarakat di Desa Kuala Dua Belas dan sekitarnya.

"Kami masyarakat di sini dapat informasi dari sebaran video terkait dengan anak dari tetangga kami yang kondisinya (seperti putri duyung). Kami kaget dan merasa turut berbelasungkawa, namun sampai sekarang kedua orang tua masih di Bangka dan belum pulang," bebernya.

Hingga kini belum ada penjelasan resmi dari rumah sakit maupun tenaga medis terkait penyebab kelainan bawaan yang dialami bayi tersebut.

Disebut Kasus Sirenomelia

Secara medis, kelainan bawaan lahir yang dialami bayi tersebut dikenal sebagai Sirenomelia atau Mermaid Syndrome (Sindrom Putri Duyung).

Kondisi ini ditandai dengan menyatunya kedua tungkai bawah, serta kerap disertai dengan tidak berkembangnya organ vital bagian dalam maupun organ kelamin luar secara sempurna, sehingga jenis kelamin sang bayi sulit dipastikan.

Sirenomelia tergolong kasus yang amat jarang ditemui di dunia kesehatan.

Diperkirakan angka kejadiannya hanya berkisar antara 1 dari 60.000 hingga 100.000 kelahiran hidup.

Hingga saat ini, para ahli dan pakar medis di dunia masih terus melakukan penelitian mendalam untuk mengetahui pemicu pasti terjadinya kondisi kongenital tersebut.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa sirenomelia terjadi akibat adanya gangguan aliran darah pada janin sehingga pembentukan anggota tubuh bagian bawah pun terhambat.

Kondisi ini biasanya dapat terdeteksi sejak usia kehamilan 13 minggu melalui USG.

(Sripoku/Tribun Sumsel/Bangkapos.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.