Seorang Pria di Bolaang Mongondow Utara Sulut Ditemukan Meninggal Dunia, Sang Ibu Histeris
Frandi Piring July 29, 2026 06:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria di Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Boltara), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ditemukan meninggal dunia.

Kapolsek Bolangitang, Ipda Rachmat Sondeng mengatakan, korban berinisial AG (42).

"Korban berdomisili di Desa Ollot II, Kecamatan Bolangitang Barat," kata Kapolsek.

Ipda Sondeng menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.00 Wita dan pertama kali diketahui oleh ibu kandung korban, EL (67).

"Ketika ibunya ke rumah untuk memastikan putranya telah makan siang, ia mendapati korban berada di ruang makan dalam kondisi (tak bernyawa)," ujarnya.

Melihat kejadian tersebut, saksi langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Teriakan itu kemudian didengar oleh PL (59), bibi korban, yang segera berlari menuju rumah dan menyaksikan korban sudah tergantung.

"Sementara ibu korban menangis histeris," jelasnya.

Tidak lama berselang, IL (33), sepupu korban, turut datang ke lokasi setelah mendengar teriakan dan melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa.

Menerima informasi tersebut, personel Polsek Bolangitang segera mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan tindakan kepolisian. 

Petugas mengamankan lokasi, berkoordinasi dengan tenaga medis, mengumpulkan keterangan para saksi, serta melaksanakan serangkaian penyelidikan guna memastikan penyebab kejadian.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar yang dilakukan tenaga kesehatan dari Puskesmas Ollot, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," terang Kapolsek.

Dari hasil penyelidikan awal dan keterangan keluarga, diketahui korban telah lama menderita sakit pada bagian perut yang diduga menjadi penyebab tekanan psikologis sebelum peristiwa tersebut terjadi. 

Meski demikian, penyelidikan tetap dilakukan sesuai prosedur guna memastikan seluruh fakta yang ada.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menyatakan menolak dilaksanakannya autopsi. 

"Penolakan itu akan dituangkan dalam surat pernyataan resmi sebagai bagian dari administrasi penyelidikan," jelasnya.

Atas kejadian itu, Kapolsek menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban serta mengimbau masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan fisik maupun mental anggota keluarga.

"Kami turut berduka cita atas musibah ini. Polsek Bolangitang telah melakukan penanganan secara cepat dan profesional sesuai prosedur yang berlaku," lanjutnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat agar lebih peka terhadap kondisi kesehatan dan psikologis anggota keluarga. 

"Apabila terdapat persoalan yang berpotensi menimbulkan tekanan mental, jangan ragu untuk mencari bantuan dari keluarga, tenaga kesehatan, maupun pihak terkait agar dapat ditangani sedini mungkin," pungkasnya.

Adapun Desa Ollot Kecamatan Bolangitang Barat ke Boroko, ibu kota Boltara, berjarak 10 hingga 15 kilometer.

Sementara jarak Kecamatan Bolangitang Barat ke Polres Boltara sejauh 6,0 kilometer dengan waktu tempuh 10 menit lewat Jalur Biontong - Atinggola dan Jalan Trans Sulawesi, menggunakan kendaraan. (Pri)

Baca juga: Seorang Polisi Berpangkat Briptu Ditemukan Tewas di Asrama Polresta Samarinda, Diduga Akhiri Hidup

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.