TRIBUNNEWS.COM - MotoGP 2026 bersiap memasuki paruh kedua musim setelah jeda musim panas hampir berakhir, dengan seri Inggris di Sirkuit Silverstone pada 7-9 Agustus mendatang menjadi pembuka pertarungan dalam perebutan gelar juara dunia.
Sorotan menuju lanjutan musim kali ini tak hanya mengarah kepada persaingan Jorge Martin ataupun Marc Marquez, tetapi nasib Marco Bezzecchi yang perlahan kehilangan momentum setelah sempat digadang-gadang menjadi kandidat terkuat perebut gelar.
Pembalap Aprilia Racing tersebut sejatinya menjalani awal musim yang mengesankan ketika mampu memanfaatkan berbagai kendala yang dialami juara bertahan, Marc Marquez, baik dari sisi fisik maupun performa motor Ducati.
Empat kemenangan dan dua podium berhasil dikoleksi Bezzecchi pada paruh pertama musim sehingga murid Valentino Rossi itu sempat disebut sebagai penantang utama Marquez dalam perebutan mahkota MotoGP 2026.
Momentum itu mencapai puncaknya saat Bezzecchi memenangi MotoGP Italia di Mugello yang sekaligus menjadi kemenangan kandang pertamanya bersama Aprilia.
Namun, pesta kemenangan di Mugello justru menjadi awal dari rangkaian nasib buruk yang membuat peluang Bezzecchi dalam perebutan gelar perlahan memudar.
Insiden pertama terjadi pada MotoGP Belanda ketika Bezzecchi terseret kecelakaan beruntun yang juga melibatkan Jorge Martin, Raul Fernandez, dan Fermin Aldeguer pada balapan utama.
Belum sempat bangkit, pembalap bernomor 72 itu kembali diterpa masalah saat seri Ceko setelah terlibat insiden dengan marshal usai terjatuh pada sprint race.
Akibat tindakannya memukul petugas lintasan, Steward MotoGP menjatuhkan hukuman larangan tampil pada balapan Grand Prix hari Minggu sehingga Bezzecchi kehilangan poin penting.
Nasib buruk kembali menghampiri saat seri Assen ketika Bezzecchi mengalami kecelakaan berkecepatan tinggi hingga harus dilarikan ke rumah sakit dan beruntung tidak mengalami cedera serius.
Petaka berikutnya datang di Sachsenring setelah Bezzecchi mengalami highside pada sesi kualifikasi kedua yang mengakibatkan tulang selangka kiri patah dan memaksanya naik meja operasi sekaligus absen pada MotoGP Jerman.
Bezzecchi mengaku operasi yang dijalaninya berlangsung cukup rumit, tetapi proses pemulihannya berjalan sesuai harapan.
"Operasinya sedikit rumit, tetapi untungnya berjalan dengan baik. Saya sudah memulai proses pemulihan dan akan melihat perkembangan kondisi saya dalam beberapa hari ke depan," ujar Bezzecchi, dikutip dari Paddock-GP.
Pembalap berusia 27 tahun tersebut bahkan telah memastikan targetnya untuk kembali membalap pada MotoGP Inggris di Silverstone yang menjadi seri pembuka setelah jeda musim panas.
"Saya akan berada di Silverstone," tegas Bezzecchi.
Baca juga: Update MotoGP 2026: Marco Bezzecchi Operasi Patah Tulang Selangka, Peluang Comeback di Silverstone
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa Bezzecchi memiliki keyakinan besar untuk kembali bersaing setelah memanfaatkan waktu sekitar tiga pekan menjalani proses pemulihan pasca-operasi.
Optimisme serupa juga disampaikan Presiden Fans Club Valentino Rossi Indonesia (FCVRI), Chandra Gunawan, yang menilai paruh kedua musim justru bisa menjadi momentum kebangkitan bagi didikan VR46 Riders Academy tersebut.
"Kalau melihat tren dua musim terakhir, Bezzecchi memang cenderung tampil lebih baik di paruh kedua musim. Setelah jeda musim, performanya biasanya lebih konsisten dan mampu bersaing di barisan depan."
"Itu yang membuat saya belum berani mencoret peluangnya musim ini, apalagi selisih poin masih sangat memungkinkan untuk dikejar," kata Chandra kepada Tribunnews, Rabu (29/7/2026).
Menurut Chandra, langkah pertama yang harus dilakukan Bezzecchi bukanlah memaksakan kemenangan, melainkan kembali menemukan konsistensi sejak seri Silverstone.
"Yang paling penting sekarang bukan langsung mengejar kemenangan di setiap seri, tetapi membangun konsistensi. Kalau momentum itu dimulai dari Silverstone."
"MotoGP bukan soal siapa yang memulai musim paling cepat, tetapi siapa yang mampu menjaga momentum sampai seri terakhir. Dan Bezzecchi sudah pernah menunjukkan itu," tegasnya.
Peluang Bezzecchi memang tidak akan mudah karena persaingan papan atas semakin ketat menjelang dimulainya paruh kedua musim.
Jorge Martin masih memimpin klasemen sementara dengan koleksi 208 poin, diikuti Ai Ogura yang terpaut 14 angka dan Marc Marquez yang berhasil bangkit hingga memangkas selisih menjadi hanya 18 poin.
Sementara itu, Bezzecchi kini turun ke posisi keempat dengan jarak 22 poin dari Martin, bahkan posisinya mulai mendapat ancaman dari Fabio Di Giannantonio yang hanya tertinggal dua poin.
Meski demikian, Chandra tetap meyakini Silverstone merupakan tempat yang ideal bagi Bezzecchi untuk mengembalikan kepercayaan diri karena sirkuit tersebut pernah memberinya kemenangan pada musim 2025.
"Buat saya, Silverstone bukan sekadar seri berikutnya. Ini adalah sirkuit yang bisa mengembalikan kepercayaan diri seorang Marco Bezzecchi," pungkas Chandra.
(Tribunnews.com/Niken)