Reuters: Iran Diduga Perkuat Pertahanan Udara dengan Sistem Buatan China, Nilainya hingga Rp1 T
Garudea Prabawati July 29, 2026 07:34 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Reuters melaporkan Iran tengah berupaya memperkuat pertahanan udara jarak pendek melalui pembelian ratusan sistem pertahanan udara portabel (MANPADS) buatan China di tengah konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Menurut laporan tersebut, kontrak pembelian bernilai sekitar US$60 juta (Rp990 miliar) hingga US$70 juta (Rp1,155 triliun) itu mencakup antara 300 hingga 400 peluncur rudal pertahanan udara, termasuk sistem QW-12 dan FN-16.

Reuters juga menyebut kesepakatan itu difasilitasi oleh Zhongqing Baoshang International Investment, sebuah perusahaan yang berbasis di Hong Kong yang diduga bertindak sebagai perantara antara Iran dan pemasok di China.

Berdasarkan laporan tersebut, pengiriman awal direncanakan berasal dari Urumqi di China bagian barat, kemudian melewati Pakistan sebelum memasuki wilayah Iran.

Baca juga: NATO Aktifkan Sistem Aegis Ashore di Polandia dan Rumania Jika Iran Luncurkan Rudal ke Ukraina

Namun, rincian mengenai tahap akhir distribusi masih belum diketahui, mengutip Al Mayadeen, Rabu (29/7/2026).

Reuters mengutip sumber keamanan Eropa yang menyatakan sejumlah kontrak lain juga diduga melibatkan sistem seri QW, termasuk QW-18 dan QW-19.

Sumber keamanan regional lainnya mengatakan Iran memang mencari rudal QW-12 dan QW-18, meski belum dapat memastikan apakah kontrak final telah disepakati.

Laporan itu menyebut Iran berupaya memperkuat perlindungan terhadap pangkalan militer, fasilitas rudal, serta infrastruktur energi setelah berbulan-bulan menjadi sasaran serangan Amerika Serikat dan Israel.

Sistem pertahanan udara portabel dinilai mampu memberikan perlindungan tambahan terhadap ancaman pesawat terbang rendah, helikopter, dan drone karena dapat dioperasikan oleh tim kecil serta mudah dipindahkan.

Reuters juga melaporkan Iran sebelumnya pernah menjajaki pembelian rudal jelajah antikapal dari China.

Meski belum dapat memastikan apakah negosiasi tersebut berujung pada kesepakatan resmi.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.