BANGKAPOS.COM -- Mahasiswi asal Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung berinsial YA (24) ditemukan meninggal dunia di kamar kosnya di Kota Cirebon, Selasa (28/7/2026) siang.
Peristiwa itu terungkap setelah seorang bernama Dino menghubungi penjaga kos melalui aplikasi WhatsApp.
Ia meminta agar kondisi YA diperiksa karena akun media sosial korban sudah beberapa hari tidak menunjukkan aktivitas.
Korban diketahui telah menempati kamar kos tersebut sejak Desember 2025.
Saat pintu kamar dibuka, korban ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
Jasadnya sudah membusuk dan mengeluarkan bau tidak sedap, sehingga diduga korban telah meninggal beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan.
Baca juga: Bayi Berkaki Menyatu Mirip Putri Duyung, Warga OKI Ungkap Orangtua Pulang ke Bangka untuk Melahirkan
Kasi Humas Polres Cirebon Kota, AKP M. Aris Hermanto, mengatakan pihak kepolisian menerima laporan penemuan jenazah sekitar pukul 14.00 WIB.
"Petugas menerima laporan dan langsung mendatangi lokasi sekitar pukul 14.00 bersama personel Samapta, Satreskrim, serta Unit Inafis Polres Cirebon Kota untuk melakukan olah TKP," ujar Aris saat dikonfirmasi, Selasa (28/7/2026) malam.
Aris menjelaskan, penemuan jasad korban bermula ketika penjaga kos, Maulana Sidik, menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku bernama Dino pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 21.27.
Dalam pesan tersebut, Dino meminta agar kondisi korban segera dicek karena akun media sosial korban sudah beberapa hari tidak aktif.
Selain itu, Dino juga menyampaikan bahwa korban sebelumnya diketahui sedang sakit.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Maulana mendatangi kamar korban.
Namun, lampu kamar dalam keadaan mati dan tidak ada jawaban ketika pintu diketuk.
Ia kemudian bersama pemilik kos, Yogi Sugara, berupaya mencari kunci cadangan.
Namun, usaha tersebut tidak membuahkan hasil.
Keesokan harinya, Yogi memanggil seorang tukang bangunan bernama Dendi Hidayat untuk membuka paksa pintu kamar menggunakan obeng.
"Saat proses pembukaan pintu diketahui kamar dalam kondisi terkunci dari dalam. Setelah berhasil dibuka, korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam kondisi tubuh membengkak dan mengeluarkan bau busuk," ucapnya.
Berdasarkan keterangan penjaga kos, korban terakhir kali terlihat pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 14.00 saat mengambil pesanan makanan dari layanan delivery di depan area kos.
Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, di antaranya penjaga kos, pemilik kos, tukang yang membuka pintu, hingga penghuni kos lainnya.
"Dari hasil keterangan sementara, para saksi mengaku tidak mengetahui adanya tamu yang datang ke kamar korban maupun aktivitas mencurigakan sebelum korban ditemukan meninggal dunia," jelas dia.
Berdasarkan informasi yang diterima penyidik, sekitar dua pekan sebelum kejadian korban sempat pulang ke Bangka Belitung karena mengalami sakit lambung dan telah memeriksakan diri ke dokter.
Keluarga mengaku sempat melarang korban kembali ke Kota Cirebon lantaran kondisi kesehatannya belum benar-benar pulih.
Namun, korban tetap memilih kembali ke Cirebon untuk melanjutkan aktivitasnya sebagai mahasiswi.
Hingga kini, Polres Cirebon Kota masih melakukan penyelidikan dan pendalaman guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
"Kami masih melakukan penyelidikan dan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Sementara itu, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya," pungkasnya.
(Tribun Cirebon/Tribun Jabar/Bangkapos.com)