Bahaya Tidaknya Fabio Quartararo untuk Marc Marquez Tergantung Motor Honda di MotoGP 2027
Arif Tio Buqi Abdulah July 29, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Era baru MotoGP start tahun 2027 memang belum resmi dimulai, tetapi persaingan di balik layar sudah memanas.

Meski Ducati masih menjadi kekuatan dominan dalam beberapa musim terakhir, pabrikan asal Bologna itu mulai membaca potensi ancaman besar dari rival-rivalnya.

Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, bahkan secara terbuka memberikan sinyal bahaya.

Menurutnya, perubahan regulasi besar-besaran MotoGP 2027 bisa mengubah peta kekuatan secara drastis, terutama dengan hadirnya mesin 850cc dan berbagai perubahan teknis lainnya.

Di tengah kabar kepindahan mengejutkan Fabio Quartararo ke Honda mulai musim 2027, Tardozzi justru menyebut sang juara dunia MotoGP 2021 sebagai salah satu pembalap yang paling berpotensi mengganggu dominasi Ducati.

Meski Ducati sukses menguasai kejuaraan dunia dalam beberapa tahun terakhir, Tardozzi tidak ingin terlena.

Ia menilai era baru MotoGP akan memberikan kesempatan bagi seluruh pabrikan untuk memulai kembali dari awal.

Dari banyak nama rival yang ada, Quartararo menjadi sosok yang paling mendapat perhatian.

Menurut Tardozzi, pembalap asal Prancis itu memiliki kemampuan luar biasa dan bisa kembali menjadi ancaman serius apabila Honda mampu menyediakan motor yang kompetitif.

Saat berbincang di YouTube Misterhelmet berjudul "TARDOZZI WITHOUT FILTERS: The truth about Marquez, Bagnaia and all details about the winning Ducati!" tayang 25 Juli lalu, Tardozzi tidak ragu memberikan pujian tinggi kepada mantan pembalap Yamaha tersebut.

"Fabio Quartararo merupakan rider yang sangat berbakat. Jika dikelola dengan benar, ia bisa menimbulkan masalah besar di grid," respons Davide Tardozzi.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa Ducati sama sekali tidak menganggap remeh Quartararo.

Meski hasil yang diraih sang pembalap dalam beberapa musim terakhir tidak terlalu mencolok, reputasinya sebagai salah satu talenta terbaik MotoGP tetap terjaga.

Baca juga: Marc Marquez Kembali ke Mode Balap Usai Liburan, Baby Alien Bidik Gelar Juara MotoGP 2026

Sejak musim 2022, performa Quartararo memang sering tertutup oleh keterbatasan Yamaha YZR-M1 yang kesulitan bersaing dengan motor-motor pabrikan lain.

Namun, di mata banyak pihak dalam paddock MotoGP, kemampuan pembalap berusia 27 tahun itu tidak pernah diragukan.

Quartararo dianggap mampu mengeluarkan kemampuan maksimal dari motor yang secara teknis tertinggal.

Kemampuannya dalam melakukan lap cepat, pengereman ekstrem, hingga menjaga kecepatan di tikungan menjadi salah satu keunggulan yang masih dihormati para rival.

Karena itu, penurunan hasil yang dialami Quartararo lebih banyak dinilai sebagai dampak dari masalah teknis Yamaha, bukan karena penurunan kualitas sang pembalap.

Regulasi 2027 Jadi Kesempatan Honda Bangkit

Kepindahan Quartararo ke Honda pada 2027 dinilai datang pada waktu yang tepat.

MotoGP akan memasuki era baru dengan mesin 850cc, pengurangan perangkat aerodinamika, serta penghapusan teknologi ride-height device.

Perubahan tersebut membuat seluruh pabrikan harus membangun ulang konsep motor mereka.

Kondisi ini membuka peluang bagi Honda untuk mengejar ketertinggalan dan kembali menjadi penantang utama.

Honda tentu berharap bisa mengikuti jejak Ducati yang berhasil melakukan revolusi besar pada awal dekade 2020-an hingga kembali mendominasi MotoGP.

Jika proyek kebangkitan Honda berjalan sesuai rencana, Quartararo berpeluang mendapatkan motor yang lebih sesuai dengan gaya balapnya.

Apalagi regulasi baru diprediksi akan semakin menonjolkan kemampuan alami seorang pembalap.

Dengan berkurangnya bantuan perangkat elektronik, tenaga mesin yang lebih kecil, serta aerodinamika yang lebih sederhana, kemampuan mengendalikan motor dan membaca balapan akan kembali menjadi faktor pembeda utama.

Ducati Tetap Percaya Diri

Meski mengakui potensi ancaman Quartararo, Tardozzi memastikan Ducati tetap memiliki modal kuat untuk menghadapi era baru MotoGP.

"Kami memiliki tim yang sangat kuat bersama Marc Marquez, Pedro Acosta, tim-tim satelit, serta organisasi teknis yang menjadi standar saat ini. Borgo Panigale masih memiliki peluang besar," tegas Tardozzi.

Ducati memang masih memiliki barisan pembalap elite yang mampu menjaga dominasi mereka. Namun, kedatangan Quartararo ke Honda bisa menjadi salah satu cerita terbesar dalam era baru MotoGP.

Peringatan Tardozzi juga mengingatkan kembali persaingan sengit MotoGP musim 2021 dan 2022.

Pada 2021, Quartararo berhasil mengalahkan Francesco Bagnaia dalam perebutan gelar juara dunia dan membawa Yamaha kembali meraih titel setelah terakhir kali dilakukan Jorge Lorenzo pada 2015.

Namun, satu musim berselang, Bagnaia membalas dengan comeback luar biasa hingga merebut gelar juara dunia MotoGP 2022.

Sejak saat itu, rivalitas keduanya meredup akibat Yamaha mengalami penurunan daya saing. 

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.