Laporan Wartawan Sripoku.com, Mat Bodok
TRIBUNSUMSEL.COM, PALI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat sebanyak 33 titik hotspot tersebar di wilayah Bumi Serepat Serasan.
Temuan tersebut berdasarkan pantauan satelit hingga Rabu (29/7/2026) dan menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten PALI.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD PALI, Jon Faizar, mengatakan 33 titik hotspot tersebut tersebar di sejumlah kecamatan.
Titik hotspot terpantau di sejumlah wilayah rawan, seperti lahan gambut dan kawasan hutan belukar.
Di antaranya berada di Desa Benakat Minyak dan Desa Sungai Baung, Kecamatan Talang Ubi, serta kawasan lahan gambut seluas sekitar 100 hektare di Desa Tempirai, Kecamatan Penukal Utara.
"Data ini kami terima dari sistem monitoring satelit. Kami sudah memetakan titik-titik tersebut dan berkoordinasi dengan camat, kepala desa, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) di setiap desa untuk melakukan pengecekan langsung ke lapangan," kata Jon Faizar.
Baca juga: Akhirnya Hujan Guyur Lahan Gambut di OKI, Redakan Ancaman Karhutla, Masih Ada 4 Hotspot Mengintai
Ia menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan seluruh hotspot tersebut telah menjadi titik api. Namun, dengan kondisi cuaca yang panas dan minim curah hujan, potensi terjadinya karhutla dinilai sangat tinggi.
Jon Faizar mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Selain berbahaya, tindakan tersebut juga dapat dikenakan sanksi pidana.
"Kami meminta masyarakat, perusahaan, dan petani untuk lebih waspada. Jangan membuang puntung rokok sembarangan, dan segera laporkan jika melihat asap atau api kepada BPBD, Babinsa, Bhabinkamtibmas, atau pemerintah desa terdekat," imbaunya.
Dalam upaya pencegahan, BPBD PALI bersama TNI, Polri, dan relawan telah menyiagakan personel serta peralatan pemadaman.
"Patroli pemantauan di titik-titik rawan juga kami tingkatkan. Selain itu, sosialisasi melalui media maupun secara langsung kepada masyarakat desa terus dilakukan agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran," tandasnya.
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com