Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kota Makassar bersama Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Perluasan Kesempatan Kerja (BPKK) Kendari Direktorat Bina Perluasan Kesempatan Kerja bekerja sama memperkuat peluang wirausaha bagi penyandang disabilitas.
Hal itu diwujudkan melalui rencana pelaksanaan pelatihan kewirausahaan bagi sebanyak 50 penyandang disabilitas di Kota Makassar sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kemandirian, dan kesempatan berwirausaha.
"Kegiatan ini berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penciptaan peluang usaha, dan penguatan ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Ketenagakerjaan atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Makassar," kata Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham melalui keterangannya yang diterima di Makassar, Rabu.
Menurutnya, pemberdayaan penyandang disabilitas melalui pelatihan kewirausahaan merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, di mana setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Program kewirausahaan itu bertajuk "Inklusif Tumbuh Bersama" yang akan dilaksanakan pada 7 Agustus 2026 di Sentra Wirajaya, Makassar.
"Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan harus memberikan kesempatan yang setara kepada seluruh masyarakat, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas, agar memiliki keterampilan, mampu berwirausaha, dan semakin berdaya," ujarnya.
Aliyah Mustika Ilham menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus mendorong kolaborasi dengan pemerintah pusat dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan program-program yang inklusif dan berpihak kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok rentan, sehingga tidak ada warga yang tertinggal dalam proses pembangunan.
Melalui sinergi antara Pemerintah Kota Makassar dan Kementerian Ketenagakerjaan, diharapkan pelatihan kewirausahaan ini mampu melahirkan penyandang disabilitas yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki daya saing, sehingga turut berkontribusi dalam memperkuat perekonomian Kota Makassar.
"Semoga ilmu dan keterampilan yang diperoleh menjadi bekal untuk membangun usaha yang berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan keluarga, serta menginspirasi lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan penyandang disabilitas di Kota Makassar," katanya.





