POSBELITUNG.CO -- Inilah biodata Thomas Djiwandono yang disebut berpeluang menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia (BI) menggantikan Perry Warjiyo.
Ekonom UNS Lukman Hakim menyebut kemungkinan keponakan Presiden Prabowo Subinato tersebut menjadi Gubernur BI tetap terbuka meskipun saat ini Destry Damayanti menjalankan tugas sebagai pejabat sementara.
"Gubernur senior Bu Destry Damayanti kan mungkin sementara ya. Nah kita kan menunggu siapa nanti Gubernur Bank Indonesia yang definitif, bisa jadi malah Pak Thomas," katanya saat dikonfirmasi Tribunnews.com di Solo, Senin (27/7/2026).
Kendati demikian Lukman juga menyampaikan pandangan kritis terhadap kemungkinan tersebut.
"Kemudian menurut saya mata uang kita semakin melemah. Ini bagian dari nepotisme akhirnya kan kalau beliau (Thomas gantikan Perry), dugaan saya begitu," ucapnya.
Baca juga: Babak Baru Korupsi Lahan PT Timah, 4 Tersangka Ditahan, Rp2,9 Miliar dan Lahan 530 Ha Disita - Video
Pernyataan tersebut merupakan opini narasumber dan hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi pemerintah mengenai siapa calon Gubernur BI definitif.
Dalam pandangannya, Lukman menilai pelemahan nilai tukar rupiah menjadi salah satu indikator yang menurutnya menunjukkan respons pasar terhadap berbagai kebijakan ekonomi pemerintah.
"Itu kan secara tidak langsung sebenarnya indikasi bahwa pasar sedang menghukum kita. Apa yang dihukum? Ya karena banyak inkonsistensi di dalam pembuatan kebijakan, ngomongnya efisiensi ternyata tidak dan seterusnya."
Ia juga menambahkan bahwa pelaku pasar cenderung sensitif terhadap isu transparansi dan konsistensi kebijakan fiskal.
"Jadi pasar ini kan sangat sensitif terhadap isu seperti itu ya, transparansi, kemudian kebijakan-kebijakan yang secara fiskal memberatkan, tapi tetap dijalankan, kayak MBG, kayak Koperasi Merah Putih dan seterusnya ya," ungkap Lukman.
Di sisi lain, pemerintah belum memberikan sinyal mengenai siapa yang akan diajukan sebagai Gubernur BI definitif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memilih tidak berspekulasi ketika dimintai tanggapan mengenai sejumlah nama yang beredar, termasuk Burhanuddin Abdullah.
"Kita tunggu saja dulu," tegas Airlangga di Kemenko Perekonomian, Senin (27/7/2026).
Profil Thomas Djiwandono, Sosok yang Berasal dari Keluarga Ekonomi dan Politik Nasional
Thomas Djiwandono atau yang akrab disapa Tommy lahir di Jakarta pada 7 Mei 1972. Ia merupakan anak sulung dari pasangan Soedradjad Djiwandono dan Biantiningsih Miderawati.
Thomas berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang kuat di bidang ekonomi dan politik. Ayahnya, Soedradjad Djiwandono, pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia. Sementara ibunya, Biantiningsih Miderawati, merupakan kakak kandung Presiden sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto.
Selain memiliki hubungan keluarga dengan tokoh nasional, Thomas juga merupakan cicit dari R.M. Margono Djojohadikusumo, pendiri Bank Negara Indonesia (BNI).
Dalam kehidupan pribadi, Thomas telah berkeluarga dan dikaruniai tiga orang anak.
Dikutip dari laman Partai Gerindra, Thomas pernah melanjutkan pendidikan tinggi di Amerika Serikat. Ia memperoleh gelar sarjana Sejarah dari Haverford College, Pennsylvania.
Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan magister di Johns Hopkins University School of Advanced International Studies, Washington, dengan mengambil bidang International Relations and International Economics.
Sebelum aktif di dunia politik, perjalanan karier Thomas dimulai dari bidang jurnalistik. Pada 1993, ia tercatat pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo, kemudian melanjutkan kariernya di Indonesia Business Weekly pada 1994.
Karier profesionalnya kemudian berkembang ke sektor keuangan. Thomas pernah bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities yang berbasis di Hong Kong.
Pada 2006, kiprahnya di dunia bisnis semakin meningkat setelah dipercaya menjabat sebagai Deputy CEO Arsari Group, perusahaan yang bergerak di bidang agrobisnis.
Thomas kemudian memasuki dunia politik dengan bergabung bersama Partai Gerindra. Di partai tersebut, ia sempat dipercaya menduduki posisi Bendahara Umum dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan keuangan partai.
Di pemerintahan, Thomas mulai menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan pada 18 Juli 2024, saat pemerintahan masih dipimpin Presiden Joko Widodo.
Setelah Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI, Thomas kembali dipercaya untuk melanjutkan tugas sebagai Wakil Menteri Keuangan. Ia mendampingi Sri Mulyani dalam periode Oktober 2024 hingga September 2025 bersama Purbaya Yudhi Sasdewa yang saat ini menjabat sebagai Menteri Keuangan.
(Pos Belitung/Tribun Jateng/Surya.co.id)