Nama-nama 8 Profesor Baru Universitas Halu Oleo Kendari dan Asal Fakultas, UHO Target 250 Guru Besar
Sitti Nurmalasari July 29, 2026 12:49 PM

TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Inilah nama-nama delapan guru besar baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari dikukuhkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Prof Khairul Munadi.

Pengukuhan tersebut berlangsung di Auditorium Mokodompit UHO, Kecamatan Kambu, ibu kota Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (29/7/2026).

Delapan profesor yang dikukuhkan tersebut, yakni Prof La Ode Muhammad Yasir Haya dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dengan Bidang Ilmu Eksplorasi dan Pemodelan Ekosistem Pesisir-Lautan.

Prof M Najib Husain dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Bidang Ilmu Komunikasi Pembangunan, Prof Syamsul Alam dari FISIP Bidang Ilmu Administrasi Keuangan Negara atau Daerah.

Selanjutnya, Prof Nini Hasriyani Aswad dari Fakultas Teknik Bidang Ilmu Rekayasa Material Konstruksi, Prof Rosmarlinasiah dari Fakultas Kehutanan dan Ilmu Lingkungan (FHIL) Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Hutan.

Baca juga: Saya Ingin Raih Guru Besar Tegas Eks Sekda Sultra Asrun Lio, Tak Tertarik Ikut Pilrek UHO Kendari

Prof Kodirun dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Bidang Ilmu Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah.

Lalu, Prof Edward Ngii dari Fakultas Teknik Bidang Ilmu Rekayasa Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta Prof Muhammad Rusli dari FKIP Bidang Ilmu Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi.

Plt Rektor UHO, Prof Khairul Munadi, mengatakan pengukuhan tersebut membuat jumlah guru besar di UHO bertambah menjadi 170 orang.

Perguruan tinggi negeri ini pun menargetkan memiliki 200 hingga 250 guru besar sebelum 2030.

Menurutnya, jabatan guru besar merupakan puncak karier akademik bagi seorang dosen.

Baca juga: Profil Prof Maruf Kasim, Guru Besar FPIK UHO Kendari Punya 12 Paten dan 40 Jurnal Internasional

Sehingga, diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.

Profesor juga harus berperan sebagai pemimpin akademik yang tidak hanya memiliki otoritas keilmuan, tetapi mampu menjadi teladan intelektual, membangun kolaborasi, serta menyelaraskan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian agar memberikan dampak bagi masyarakat.

“Selamat atas keberhasilan delapan dosen yang telah mencapai jabatan fungsional guru besar. Ini menjadi awal sebuah perjuangan untuk memantapkan keilmuan yang telah diraih,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Senat UHO, Prof Jamili, mengatakan bertambahnya delapan guru besar akan memperkuat posisi UHO sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, sains, dan teknologi, khususnya di Sulawesi Tenggara dan kawasan timur Indonesia.

Kata dia, guru besar tidak hanya menjaga marwah pendidikan tinggi, tetapi juga menjadi penggerak riset dan inovasi yang menghasilkan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat ekosistem keilmuan nasional.

“Kehadiran delapan profesor baru ini juga menjadi penopang peningkatan mutu pendidikan di UHO. Senat akademik berkomitmen mendukung percepatan lahirnya guru besar agar ekosistem akademik kampus semakin produktif, kompetitif, dan mampu mewujudkan UHO yang berdaya saing global,” pungkasnya. (*)

(TribunnewsSultra.com/Dewi Lestari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.