Doa agar Terhindar dari Siksa Kubur, Perlindungan dari Azab di Alam Barzakh
Garudea Prabawati July 29, 2026 01:35 PM

TRIBUNNEWS.COM - Setiap manusia pasti akan menghadapi fase kehidupan setelah kematian, yaitu alam barzakh atau alam kubur.

Dalam ajaran Islam, kubur bukan sekadar tempat peristirahatan terakhir, tetapi menjadi awal perjalanan menuju kehidupan akhirat yang dapat dipenuhi kenikmatan atau siksa sesuai dengan amal perbuatan seseorang selama hidup di dunia.

Karena besarnya ujian di alam kubur, Rasulullah SAW mengajarkan umatnya untuk senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa kubur.

Peringatan tentang adanya siksa kubur disebutkan dalam berbagai dalil, salah satunya ketika Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya kubur itu adalah tempat persinggahan pertama dari tempat-tempat akhirat. Jika seseorang selamat darinya, maka yang setelahnya akan lebih mudah. Namun jika tidak selamat darinya, maka yang setelahnya lebih berat." (HR. Tirmidzi)

Selain itu, Allah SWT juga mengingatkan tentang azab bagi orang-orang yang mendapat hukuman sebelum datangnya hari kiamat.

Dalam Surah Ghafir ayat 46, Allah SWT berfirman: "Kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (dikatakan kepada malaikat), 'Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.'" (QS. Ghafir: 46)

Ayat tersebut menjadi salah satu dalil yang dijadikan ulama sebagai bukti adanya azab sebelum hari kiamat, termasuk siksa di alam barzakh.

Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak amal saleh, menjaga diri dari dosa, serta membaca doa perlindungan agar Allah SWT menjauhkan dari beratnya siksa kubur.

Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah memohon perlindungan dari empat perkara, termasuk siksa kubur, yang dibaca ketika salat sebelum salam.

Doa agar Terhindar dari Siksa Kubur

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ، وَمِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْمَسِيْحِ الدَّجَّالِ

Allahumma inni a'udzubika min 'adzabil jahannami, wa min 'adzabil qabri, wa min fitnatil mahyaa wal mamati, wa min syarri fitnatil masihi ad-dajjal.

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari keburukan fitnah Dajjal."

Baca juga: Malaikat Munkar Nakir, Siksa Kubur, dan Dosa-dosa yang Menjadi Penyebabnya

Penyebab Siksa Kubur yang Perlu Dihindari

Siksa kubur bukan hanya disebabkan oleh dosa besar yang terlihat, tetapi juga oleh dosa-dosa yang sering dianggap kecil namun terus dilakukan.

Di antaranya tidak menjaga lisan, meremehkan najis, mengadu domba, dan tidak menjaga keikhlasan.

Karena itu, seorang Muslim dianjurkan memperbanyak istighfar, memperbaiki amal, serta memohon perlindungan kepada Allah SWT dari siksa kubur.

1. Tidak Menjaga Diri dari Najis, Terutama Air Kencing

Salah satu sebab siksa kubur yang disebutkan dalam hadis adalah tidak berhati-hati dalam menjaga kebersihan setelah buang air kecil.

Rasulullah SAW pernah melewati dua kuburan, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya kedua penghuni kubur ini sedang disiksa. Mereka tidak disiksa karena dosa besar. Salah satunya karena tidak bersuci dari kencingnya, sedangkan yang lainnya karena suka mengadu domba.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kebersihan dan kesucian karena perkara yang dianggap kecil oleh manusia dapat menjadi sebab datangnya azab Allah SWT.

2. Suka Mengadu Domba (Namimah)

Mengadu domba atau menyebarkan perkataan yang dapat merusak hubungan antarorang termasuk dosa yang sangat berbahaya.

Perbuatan ini dapat menimbulkan permusuhan, perpecahan, dan hilangnya keharmonisan di antara sesama Muslim. Karena itu, Rasulullah SAW memasukkan namimah sebagai salah satu sebab seseorang mendapatkan siksa kubur.

3. Berbuat Dusta dan Menyebarkan Kebohongan

Kebohongan yang dilakukan secara terus-menerus dapat membawa seseorang kepada dosa besar lainnya.

Dalam hadis tentang mimpi Rasulullah SAW, beliau melihat seseorang yang kepalanya dihancurkan sebagai hukuman karena kebiasaan berdusta.

“Adapun orang yang didatangkan kepadanya lalu kepalanya dipecahkan dengan batu adalah orang yang mengambil Al-Qur’an lalu menolaknya dan orang yang berdusta dengan kebohongan yang tersebar ke seluruh penjuru dunia.” (HR. Bukhari)

4. Melalaikan Salat

Salat merupakan kewajiban utama seorang Muslim. Meninggalkan salat tanpa alasan yang dibenarkan termasuk dosa besar karena menunjukkan lemahnya hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Kelalaian terhadap salat menjadi salah satu perkara yang banyak diperingatkan dalam ajaran Islam karena salat merupakan amalan pertama yang akan diperhitungkan pada hari kiamat.

5. Melakukan Zina

Perbuatan zina termasuk dosa besar yang mendapatkan ancaman keras dalam Al-Qur’an dan hadis.

Dalam hadis tentang perjalanan Isra Mi’raj, Rasulullah SAW diperlihatkan hukuman bagi orang-orang yang melakukan zina sebagai peringatan agar manusia menjaga kehormatan diri.

6. Memakan Harta yang Haram

Mengambil harta dengan cara yang tidak dibenarkan, seperti korupsi, mencuri, menipu, atau memakan riba, termasuk perbuatan yang dapat mendatangkan murka Allah SWT.

Harta yang diperoleh dengan cara haram tidak hanya merusak kehidupan di dunia, tetapi juga dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan hukuman di akhirat.

7. Sombong dan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

Kesombongan merupakan penyakit hati yang sangat dibenci Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji zarrah.” (HR. Muslim)

Sifat sombong membuat seseorang sulit menerima kebenaran dan merendahkan orang lain.

8. Riya’ dan Tidak Ikhlas dalam Beramal

Amal yang dilakukan bukan karena Allah SWT, tetapi untuk mendapatkan pujian manusia, dapat menghilangkan nilai ibadah.

Allah SWT berfirman: “Maka celakalah orang-orang yang salat, (yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya, yang berbuat riya’.” (QS. Al-Ma’un: 4-6)

Ayat tersebut menjadi peringatan bahwa keikhlasan merupakan bagian penting dalam setiap amal.

9. Ghibah (Membicarakan Keburukan Orang Lain)

Membicarakan aib orang lain tanpa alasan yang dibenarkan termasuk dosa lisan yang sering dianggap ringan.

Allah SWT mengibaratkan ghibah sebagai perbuatan yang sangat buruk: “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik.” (QS. Al-Hujurat: 12)

10. Menyakiti Orang Lain dan Memutus Silaturahmi

Islam sangat menjaga hubungan antar manusia.

Perbuatan zalim, menyakiti orang lain, dan memutus hubungan kekeluargaan dapat menjadi sebab seseorang mendapatkan hukuman dari Allah SWT.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.