Kompolnas Minta Polisi Segera Ungkap Penyebab hingga Latar Belakang Peristiwa Kematian Sutrimo
Dewi Agustina July 29, 2026 01:35 PM


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengungkap penyebab kematian Sutrimo, pria yang disebut-sebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karungga) eks Jampidsus, Febrie Adriansyah.

Komisioner Kompolnas Muhammad Choirul Anam mengatakan hal itu penting agar kasus kematian Sutrimo bisa terungkap seterang-terangnya.

Baca juga: Sosok Sutrimo Karumga Febrie yang Tewas, Kerja Jaga Rumah Bos Kejaksaan, di Jakarta Sudah 20 Tahun

"Saya kira kematian tersebut harus diungkap, dibuat terangnya peristiwa seterang-terangnya penyebab kematiannya, identitasnya, dan latar belakangnya dan sebagainya. Termasuk juga ya mencari siapa pelakunya kalau itu memang akibat kejahatan," kata Anam kepada Tribunnews.com, Rabu (29/7/2026).

Apalagi, kata Anam, kasus kematian Sutrimo ini mendapatkan banyak sorotan dan perhatian publik. Bahkan, banyak yang menilai jika kematiannya tak wajar.

"Oleh karenanya Polda Metro Jaya penting untuk mengungkapkan kasus ini seterang-terangnya dengan cara profesional dan transparan," ucapnya.

 

 

"Sehingga dinamika di publik bisa dijawab disamping ada kebutuhan penegakan hukumnya," sambungnya.

Polisi Lakukan Pendalaman 

Untuk informasi, media sosial dihebohkan kabar penemuan mayat seorang pria bernama Sutrimo pada Kamis (23/7/2026).

Narasi yang disampaikan akun medsos Instagram @kementerian_kurangajar menyebut korban diduga Kepala Rumah Tangga (Karumga) Eks Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

Keterangan di akun itu menyebut korban sempat menelepon kerabat mengeluh sakit pada 23 Juli 2026 pukul 06.37 WIB.

Saat disusul ke lokasi, korban sudah tidak sadarkan diri, kondisi korban mengeluarkan busa dari mulut dan hidung.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebut terkait profesi korban saat ini masih proses penyeldikan.

"Masih didalami," ungkapnya kepada wartawan, Senin (26/7/2026).

Kombes Budi menerangkan informasi awal, Sutrimo ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di halaman Klinik Mordent, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Korban selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju RS Muhammadiyah Taman Puring.

Pihak rumah sakit menerangkan bahwa Sutrimo tiba dalam keadaan sudah meninggal dunia.

"Polda Metro Jaya menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya Saudara Sutrimo semoga almarhum mendapatkan tempat terbaik serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," ujar Kombes Budi.

Polda Metro Jaya melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum bersama Polres Metro Jakarta Selatan melakukan penyelidikan untuk mendalami informasi dan rangkaian peristiwa tersebut.

Penyelidik kekinian mengumpulkan bahan keterangan serta melakukan klarifikasi terhadap pihak keluarga, pengemudi ambulans, petugas rumah sakit, dan pihak lain yang mengetahui peristiwa tersebut. 

Rekam medis, riwayat pemesanan ambulans, lokasi awal ditemukannya almarhum, serta informasi lain yang berkaitan juga sedang didalami.

"Penyelidikan dilakukan secara profesional, hati-hati, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk memperoleh fakta secara utuh. Karena prosesnya masih berjalan, kami belum dapat menyimpulkan penyebab kematian almarhum," jelasnya.

Polda Metro Jaya mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Perkembangan hasil penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut secara proporsional setelah diperoleh fakta yang dapat dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.