TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Empat pekerja terjebak selama 30 menit di dalam ruangan berasap pekat di lantai enam gedung rumah sakit Amerta Husadha yang belum beroperasi di Jalan Raya Sesetan, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali, pada Rabu 29 Juli 2026.
Insiden kebakaran yang terjadi pada Rabu pagi tersebut mengakibatkan dua orang pingsan karena menghirup asap tebal dan langsung dilarikan ke RSUP Prof dr IGNG Ngoerah.
Kobaran api pertama kali terdeteksi sekitar pukul 10.30 WITA di area ruang manajemen lantai enam gedung tersebut.
Baca juga: Lahan Sampah Seluas 3 Are Kebakaran, Tercatat Sudah Ada 4 Kebakaran di Jembrana Pekan Ini
Meski informasi kebakaran sempat terlambat diterima petugas, Tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar bergerak cepat dan tiba di lokasi kejadian dalam waktu empat menit setelah menerima laporan.
Guna memadamkan kobaran api dan menyelamatkan para korban, Damkar Kota Denpasar mengerahkan armada secara penuh dari seluruh pos wilayah.
Sebanyak 10 unit mobil pemadam (BW) dan 4 unit kendaraan rescue diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Wayan Karma, menjelaskan bahwa begitu tiba di lokasi, armada pemadam langsung melakukan upaya penetrasi cepat menuju titik api di lantai atas gedung.
Baca juga: 10 Are Lahan Kebun Warga di Jembrana Bali Kebakaran, Dipicu Puntung Rokok Dibuang Sembarangan
“Tim Damkar meluncur, semua pos dikerahkan. Dalam proses pemadaman, kita langsung turun gelar selang dan naik ke lantai enam,” kata I Wayan Karma di lokasi kejadian.
Tebalnya asap yang mengepul di lantai enam menjadi kendala utama dalam proses evakuasi dan pemadaman.
Karena kepekatan asap di dalam gedung, pihak Damkar Kota Denpasar berkoordinasi dan meminta bantuan peralatan khusus penyedot asap dari Dinas Damkar Kabupaten Badung.
“Kita minta bantuan ke Badung untuk pinjam blower untuk nyedot asap, karena asapnya sangat tebal,” ujar Wayan Karma.
Di tengah kepulan asap tebal tersebut, petugas menemukan empat orang pekerja yang terjebak di lantai enam.
Proses evakuasi berlangsung menegangkan selama kurang lebih 30 menit sebelum seluruh korban berhasil dikeluarkan dari gedung sekitar pukul 11.00 WITA.
Dari empat orang yang terjebak, dua orang ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri atau pingsan akibat terlalu banyak menghirup racun asap.
Selain itu, satu personel pemadam kebakaran juga mengalami gangguan pernapasan saat menjalankan tugas penyelamatan.
“Ada orang terjebak empat orang di atas di lantai enam dan kita evakuasi. Yang tidak sadar dua orang, sudah kita bawa ke rumah sakit. Dan juga tim kami satu, karena kena asap juga,” terangnya.
Seluruh korban tak sadarkan diri serta personel pemadam yang terdampak langsung dilarikan ke RSUP Prof. Ngoerah untuk mendapatkan perawatan medis intensif.
Pihak Damkar memastikan tidak ada korban jiwa atau luka bakar dalam insiden ini.
Operasi pemadaman api secara keseluruhan berhasil diselesaikan dalam waktu satu jam. Api dinyatakan benar-benar padam dan area gedung berhasil disterilkan dari sisa asap pada pukul 11.30 WITA.
“Jam 11.30 WITA sudah padam apinya. Asap yang tersisa sudah kita sedot dan kondisi kembali normal,” beber Wayan Karma.
Mengenai pemicu awal kebakaran, Dinas Damkar belum dapat menyimpulkan penyebab pastinya.
Hal ini disebabkan titik awal api berasal dari ruang manajemen lantai enam yang hangus terbakar, sementara pihak manajemen belum bisa memberikan keterangan resmi saat kejadian.
“Sebabnya belum ditemukan karena kita tanya di manajemen, pas ruang manajemen yang terjadi kebakaran. Jadi belum bisa memberikan informasi apa penyebabnya,” pungkasnya.
Proses evakuasi dan penanganan kebakaran ini turut melibatkan kolaborasi lintas instansi, mulai dari Palang Merah Indonesia (PMI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Puskesmas Denpasar Selatan 1, Dinas Kesehatan, serta para relawan medis kesehatan Kota Denpasar. (*)