TRIBUNGORONTALO.COM -- Penyelidikan kasus pembunuhan yang menewaskan seorang pria bernama Jamil dan anak laki-lakinya yang masih berusia sekitar dua tahun di Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus bergulir.
Polisi kini mengandalkan sejumlah alat bukti, termasuk keterangan Nurhanisa, istri korban yang berhasil selamat meski mengalami luka tusuk.
Peristiwa berdarah itu terjadi di sebuah Rumah Potong Ayam (RPA) di Jalan PDAM, Kelurahan Duyu, Kecamatan Palu Barat, Minggu (26/7/2026) malam.
Hingga kini, polisi masih memburu Aan Kurniawan (33), yang diduga sebagai pelaku pembunuhan.
Baca juga: IAIN Resmi Jadi UIN Sultan Amai Gorontalo, Mahasiswa Harap Prodi Bertambah
Nurhanisa mulai memberikan kesaksian setelah menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Palu.
Ia menceritakan, malam itu dirinya terbangun untuk pergi ke kamar mandi.
Usai keluar dari kamar mandi, ia melihat Aan Kurniawan berada di area penggilingan ayam.
Pria yang dikenalnya tersebut disebut membawa dua bilah pisau jagal di kedua tangannya.
Merasa ada yang tidak beres, Nurhanisa sempat menanyakan maksud kedatangan pelaku. Namun, pelaku hanya memintanya untuk tetap diam.
Diliputi rasa takut, Nurhanisa langsung berlari menuju kamar untuk menyelamatkan diri dan berusaha mengunci pintu. Akan tetapi, pelaku berhasil mengejar hingga masuk ke dalam kamar.
Di dalam kamar itulah Nurhanisa diserang. Pelaku memegang tangannya sebelum menusukkan pisau ke tubuhnya hingga mengalami sejumlah luka.
Meski terluka dan kehilangan banyak darah, Nurhanisa masih berusaha bertahan hidup.
Saat pelaku menjauh, ia mencoba mencari telepon genggam untuk meminta bantuan, namun tidak berhasil menemukannya.
Karena tidak mampu berdiri, ia kemudian berteriak meminta pertolongan.
Teriakan itu didengar warga sekitar yang kemudian mendatangi rumah korban.
Saat warga bertanya dari luar rumah, Nurhanisa mengaku telah ditusuk dan meminta segera diselamatkan.
Warga kemudian mendobrak pintu rumah sebelum mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Palu.
Nyawa Nurhanisa berhasil diselamatkan oleh tim medis. Namun, setelah sadar, ia mendapat kabar bahwa suaminya, Jamil, dan anak mereka yang masih balita telah meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, tetangga korban, Bahtiar, mengaku melihat sejumlah jejak darah di lokasi kejadian ketika mendatangi rumah korban usai peristiwa tersebut.
Menurutnya, kondisi itu mengindikasikan Jamil sempat melakukan perlawanan sebelum akhirnya meninggal dunia.
"Saya menduga, dia (korban) sempat melakukan perlawanan karena melihat darah bukan hanya di kasur, tetapi sampai di luar kamar," kata Bahtiar saat diwawancarai TribunPalu.com, Senin (27/7/2026).
Bahtiar juga mengungkapkan kondisi anak korban yang ditemukan telah meninggal dunia.
Ia mengatakan balita tersebut tidak terlihat mengalami luka akibat senjata tajam.
Namun, wajah korban disebut membiru sehingga muncul dugaan sementara bahwa korban meninggal akibat dibekap.
"Anaknya tidak ada luka tusukan. Mukanya membiru, diduga dibekap menggunakan bantal atau kasur," ujarnya.
Sementara itu, Jamil ditemukan dengan luka berat di bagian tubuhnya.
"Kalau yang laki-laki, lukanya parah. Kemungkinan ditusuk dan seperti dibeset," katanya.
Bahtiar juga menyebut Jamil dan Aan Kurniawan diketahui sama-sama bekerja di rumah potong ayam milik seseorang bernama Aji.
Saat ini, penyidik Satreskrim Polresta Palu masih melakukan pengejaran terhadap Aan Kurniawan sekaligus mendalami motif pembunuhan tersebut.
Jenazah Jamil telah diautopsi di RS Bhayangkara Palu. Sementara penyebab pasti kematian balita berusia dua tahun itu masih menunggu hasil pemeriksaan medis.
Polisi juga masih menyusun kronologi lengkap kejadian berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi, serta keterangan Nurhanisa sebagai korban selamat. (*)