Apa Arti Literally? Kata dalam Bahasa Inggris yang Sering Disalahgunakan
Muhammad Fatoni July 29, 2026 03:03 PM

TRIBUNJOGJA.COM – Pernahkah Tribunners mendengar seseorang berbicara dengan English?

Perkembangaan bahasa membuat banyak orang berbiacara menggunakan English-Indo.

Khususnya kata “literally.”

Kata literally mulai banyak digunakan dimedia sosial dan real life. 

Tahukah Tribunners penggunaan kata “literally” yang benar? 

Mari simak penjelasan di bawah ini.

Penggunaan kata “literally”

Contoh penggunaan kata
Contoh penggunaan kata "literally" (Ilustrasi ini dibuat oleh Gemini AI)

Kata “literally” secara umum merupakan kata keterangan (adverb).

Dalam Bahasa Inggris yang berarti “secara harfiah”, “benar-benar”, atau “sesuai dengan kenyataan”. 

Dan biasanya digunakan untuk menegaskan  bahwa sesuatu memang terjadi persis seperti yang diucapkan tanpa unsur kiasan atau majas.

Sebagai contoh dalam kalimat “The glass literally shattered when it fell on the floor”. 

Kata “literally” memberikan makna bahwa gelas tersebut memang benar-benar pecah setelah terjatuh.

Contoh lainnya yaitu “He literally walked for five hours”.

Dalam kalimat tersebut menunjukan bahwa seseorang memang berjalan selama lima jam, bukan sekedar ungkapan untuk menunjukkan perjalanan yang terasa sangat lama. 

Perlu untuk diketahui bahwa penggunaan kata “literally” saat ini tidak lagi terbatas pada makna harfiahnya. 

Di media sosial, film, series hingga percakapan sehari-hari kata ini justru lebih sering digunakan sebagai bentuk penekanan atau hiperbola. 

Contoh kecilnya pada kalimat “Aku literally nggak bisa berhenti mikirin dia” atau “Dia literally bikin aku mati ketawa”.

Dalam kalimat tersebut tidak semata-mata memberikan makna bahwa orang yang mngucapkan kalimat tersebut tidak benar-benar tidak bisa berpikir tentang hal lain atau bahkan meninggal karena tertawa. 

Konteks penggunaan kata “literally” berfungsi untuk memperkuat ekspresi dan menunjukkan bahwa perasaan yang dirasakan sangat intens.

Penggunaan seperti ini membuat suatu kalimat terdengar lebih dramatis dan ekspresif, sehingga banyak digunakan oleh generasi muda di media sosial.

Hal tersebut sebenarnya merupakan bagian dari perkembangan bahasa.

Ilmu linguistik menganggap bahwa perubahan fungsi atau makna sebuah kata dikenal sebagai semantic shift atau pergeseran makna.

Pergeseran ini terjadi ketika sebuah kata mulai digunakan dalam konteks yang berbeda dari arti awalnya karena dipengaruhi oleh kebiasaan penutur. 

Baca juga: Macam-macam Istilah Tertawa dalam Bahasa Inggris, Ternyata Ada Tingkatannya

Seiring waktu, penggunaan baru tersebut bisa menjadi semakin umum hingga akhirnya diterima dalam komunikasi sehari-hari.

Menariknya, sejumlah kamus bahasa Inggris telah mengakui perubahan penggunaan tersebut. 

Merriam-Webster, misalnya, mencantumkan bahwa literally juga dapat digunakan untuk memberikan penekanan, meski makna kalimatnya bersifat kiasan atau tidak benar-benar terjadi. 

Cambridge Dictionary juga menjelaskan bahwa dalam bahasa informal, literally kerap dipakai untuk menegaskan sesuatu agar terdengar lebih kuat.

Meski telah diakui dalam penggunaan informal, tidak semua ahli bahasa setuju dengan perubahan tersebut. 

Sebagian berpendapat bahwa penggunaan literally secara berlebihan dapat mengaburkan makna aslinya sebagai kata yang menunjukkan fakta atau keadaan yang benar-benar terjadi. 

Jika digunakan sembarangan, pembaca atau pendengar bisa saja mengalami kebingungan dalam memahami maksud suatu kalimat, terutama dalam konteks yang membutuhkan ketepatan bahasa.

Karena itu, penggunaan literally sebaiknya disesuaikan dengan situasi. 

Dalam percakapan santai, media sosial, atau karya kreatif, penggunaan sebagai penegas umumnya dapat diterima karena pembaca memahami bahwa kata tersebut dipakai sebagai hiperbola. 

Sebaliknya, dalam penulisan akademik, jurnalistik, laporan resmi, maupun dokumen profesional, literally lebih tepat digunakan sesuai makna aslinya agar informasi yang disampaikan tetap jelas, akurat, dan tidak menimbulkan ambiguitas.

Perubahan makna literally menunjukkan bahwa bahasa selalu berkembang mengikuti kebiasaan masyarakat yang menggunakannya. 

Memahami arti asli sekaligus fungsi barunya akan membantu seseorang menggunakan kata tersebut secara lebih tepat sesuai konteks, sehingga pesan yang ingin disampaikan dapat diterima dengan baik oleh lawan bicara maupun pembaca.

Nah apakah Tribunners sudah paham bagaimana cara penggunaanya? (MG Eka Robiatul Adawiyah)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.