TRIBUNJABAR.ID, TASIKMALAYA - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat meminta calon ketua umum (Caketum) PBNU mampu merangkul seluruh pengurus cabang di daerah.
Aspirasi ini muncul demi menjaga soliditas organisasi dan memastikan program kerja pusat menyentuk hingga tingkat daerah, menjelang Muktamar ke-35 NU pada Agustus 2026 mendatang.
"Untuk persiapan jelang muktamar, PCNU Kab Tasikmalaya Alhamdulillah kondusif dan terkendali."
"Bahkan nanti di momen muktamar pengurus MWC bakal berangkat kurang lebih 10 bus, ini menandakan antusias terhadap adanya muktamar NU," Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya Drs. KH Atam Rustam dikonfirmasi TribunPriangan.com, Rabu (29/7/2026).
Atam menyebut, keberadaan situasi muktamar karena banyak calon, dan situasi yang lain menginginkan tidak terkecoh dan tidak terprovokasi oleh siapapun.
Adapun mengenai kendala-kendala yang di PBNU, PC-PC NU pada umumnya tidak ikut campur dalam permasalahan hal-hal yang terjadi di PBNU.
Namun yang penting dengan adanya muktamar bisa dipercepat, dan mudah-mudahan jadi solusi untuk keberlangsungan Nahdlatul Ulama kedepannya.
"Untuk caketum memang ada 7 orang yang saya tahu, tapi mudah-mudahan banyaknya calon ini betul-betul bahwa antusias mereka untuk mengurus NU yang keinginan kami tidak ada masalah apapun, dan bisa bersatu yang calon-calon ini," pungkasnya.
Menurutnya, hal ini bisa menyatukan visi misi NU kedepan dan langkah yang dilakukan bagi keberlanjutan NU.
"Yang kami inginkan adalah betul-betul bisa menanggulangi hal-hal yang terjadi saat ini, bisa diselesaikan, bisa nyaman situasinya, dan sosoknya bisa merangkul seluruh warga NU, hubungan nasional dan hubungan internasionalnya," harap Atam.
Ia mengaku, caketum sekarang ketika terpilih yakin berat karena banyak tugas-tugas yang harus dilaksanakan.
"Secara karakteristik semua calon baik semuanya, tinggal mungkin dalam H-1 akan bagaimana, pada intinya sosok yang mencalonkan sekarang ini bisa sesuai dengan karakter NU," tambahnya.
Tapi yang paling utama, sosok ketua umum PBNU ini bisa mengayomi masyarakat Nahdlatul Ulama dan tidak ada kubu-kubuan dalam sebuah organisasi.
"Kami menginginkan yang jadi itu harus bisa mengayomi masyarakat Nahdatul ulama secara nasional dan memiliki hubungan baik dengan luar negeri untuk memajukan NU. Karena kami ingin ada perubahan dan tidak ada kubu-kubuan serta transparansinya betul-betul," katanya.(*)