Hari Harimau Internasional, 7 Fakta tentang Si Loreng yang Terancam Punah
GH News July 29, 2026 04:12 PM
Jakarta -

Harimau menjadi salah satu predator paling ikonik di dunia. Di balik kegagahan dan statusnya sebagai "raja hutan", satwa dengan nama ilmiah itu kini menghadapi ancaman serius.

Saat ini harimau bertarung dengan hilangnya habitat, perburuan ilegal, hingga konflik dengan manusia. Di tengah ancaman yang membayangi, upaya penyelamatan harimau terus dilakukan di berbagai belahan dunia.

Setiap 29 Juli diperingati sebagai Hari Harimau Internasional Peringatan itu bertujuan meningkatkan kesadaran global terhadap upaya konservasi harimau yang populasinya terus menurun.

Berikut fakta-fakta menarik tentang harimau:

1. Harimau adalah kucing terbesar di dunia

Dikutip dari WWF, harimau merupakan anggota keluarga kucing (Felidae) terbesar yang masih hidup hingga saat ini. Ukuran tubuhnya berbeda-beda tergantung subspesies. Harimau amur atau siberia ( dikenal sebagai salah satu yang terbesar, dengan berat pejantan dapat mencapai lebih dari 200 kilogram.

Sementara itu, harimau sumatera ) menjadi salah satu subspesies harimau terkecil yang masih bertahan.

2. Setiap harimau memiliki pola loreng yang berbeda

Dalam jurnal penelitian PubMed disebutkan loreng hitam pada tubuh harimau bukan hanya menjadi ciri khas, tetapi juga membantu mereka berkamuflase saat mengintai mangsa. Pola loreng setiap individu berbeda-beda, seperti sidik jari pada manusia.

Para peneliti memanfaatkan pola tersebut untuk mengenali individu harimau melalui kamera jebak di alam liar.

3. Harimau mampu hidup di berbagai habitat

Dahulu, wilayah jelajah harimau membentang luas dari Asia Timur hingga Asia Selatan. Kini, habitatnya menyusut dan hanya tersisa di beberapa negara seperti India, Indonesia, Rusia, Nepal, Bhutan, serta sejumlah wilayah Asia Tenggara.

Merujuk penelitian yang dipublikasikan oleh Conservation Biology disebutkan harimau termasuk predator yang adaptif dan dapat hidup di beragam ekosistem, dari hutan tropis hingga wilayah bersalju.

Meski begitu, si loreng membutuhkan kawasan jelajah yang luas dengan cukup mangsa untuk bertahan hidup, sementara penyusutan habitat membuat ruang hidup mereka semakin terbatas.

4. Indonesia pernah memiliki tiga jenis harimau

Dalam jurnal penelitian Phylogeography and Genetic Ancestry of Tigers (Panthera tigris) yang dipublikasikan oleh PlosBiology, Indonesia dahulu menjadi rumah bagi tiga subspesies harimau, yaitu harimau baliharimau jawa), dan harimau sumatera).

Harimau sumatera menjadi satu-satunya subspesies harimau Indonesia yang masih diakui keberadaannya secara ilmiah dan berstatus KritisMeski demikian, laporan mengenai dugaan keberadaan harimau jawa kembali muncul, salah satunya dari kawasan Gunung Sanggabuana, Karawang, Jawa Barat.

Temuan jejak dan rekaman kamera jebak memunculkan dugaan bahwa harimau jawa mungkin masih bertahan, tetapi hingga kini belum ada bukti ilmiah yang memastikan keberadaannya.

5. Harimau adalah perenang yang andal

Dalam buku disebutkan harimau dikenal sebagai perenang hebat, berbeda dengan banyak jenis kucing yang cenderung menghindari air.

Harimau mampu menyeberangi sungai, berenang untuk berpindah wilayah, hingga masuk ke air untuk mendinginkan tubuh. Kemampuan ini membantu harimau bertahan di berbagai habitat.

6. Harimau berburu sendirian

Harimau merupakan hewan soliter. Berbeda dengan singa yang hidup dalam kelompok, harimau biasanya berburu dan menjaga wilayahnya sendiri.

Mereka mengandalkan kemampuan mengendap-endap, kekuatan tubuh, serta gigitan kuat untuk menangkap mangsa seperti rusa, babi hutan, dan satwa liar lainnya.

7. Populasi harimau liar turun drastis

Sekitar satu abad lalu, jumlah harimau liar di dunia diperkirakan mencapai sekitar 100 ribu ekor. Namun, populasi tersebut menurun tajam akibat perburuan dan hilangnya habitat.

Saat ini, jumlah harimau liar diperkirakan hanya tersisa beberapa ribu ekor di alam. Karena itu, konservasi habitat dan perlindungan dari perburuan menjadi kunci agar si loreng tidak benar-benar hilang dari bumi.

Femi Diah
Jurnalis detikcom. Jurnalis detikcom
© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.