Operasi Pencarian Penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 Ditutup, ASDP Batam Bantu Proses Asuransi
Dewi Haryati July 29, 2026 04:42 PM

BATAM, TRIBUNBATAM.id - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Batam memastikan terus memberikan pendampingan kepada keluarga Christina Lindasari (43), penumpang KMP Bahtera Nusantara 03 yang diduga terjatuh di perairan antara Lobam, Bintan, saat pelayaran menuju Tambelan.

Hal itu disampaikan General Manager ASDP Batam, Reno Yulianto, usai operasi pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan resmi dihentikan, Selasa (28/7/2026) sore.

Saat itu hasil pencarian masih nihil hingga pukul 17.10 WIB, sehingga operasi resmi dihentikan sesuai prosedur pencarian selama tujuh hari.

Reno mengatakan, sejak awal kejadian pihak ASDP telah berupaya memberikan pendampingan kepada keluarga korban, termasuk dengan mengunjungi rumah duka di Tanjungpinang untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung.

"Kami dari manajemen ASDP Batam telah berkunjung ke rumah keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa. Kami turut prihatin dan berduka cita atas musibah yang terjadi," ujar Reno, Rabu (29/7/2026).

Selain itu, ASDP juga terus berkoordinasi dengan PT Jasa Raharja untuk memastikan hak-hak korban, termasuk terkait proses perlindungan asuransi, dapat dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

"Saat ini, kami juga terus berkoordinasi dengan Jasa Raharja untuk membantu proses asuransi korban. Pada prinsipnya, kami berkomitmen mendampingi keluarga dan memberikan dukungan sesuai kewenangan kami," katanya.

Sementara itu, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Tanjungpinang resmi menghentikan operasi pencarian terhadap Christina Lindasari setelah seluruh upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.

Keputusan penghentian operasi diambil melalui debriefing Tim SAR Gabungan pada pukul 17.30 WIB dan disepakati bersama pihak keluarga korban.

Sebelum operasi ditutup, Tim SAR mengundang pihak keluarga bersama General Manager ASDP Batam ke Kantor SAR Tanjungpinang, untuk memberikan pemaparan mengenai seluruh proses pencarian yang telah dilakukan sejak hari pertama.

Kepala Kantor SAR Tanjungpinang, Fazzli menjelaskan, selama operasi berlangsung berbagai metode pencarian telah dilakukan.

Mulai dari penyisiran di laut, koordinasi dengan kapal-kapal yang melintasi jalur pelayaran, hingga penyebaran informasi melalui sistem e-Broadcast. Namun hingga hari ketujuh, tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.

Meski operasi resmi dihentikan, Tim SAR menegaskan seluruh unsur pencarian tetap disiagakan. Apabila di kemudian hari muncul informasi baru mengenai keberadaan korban, operasi SAR dapat kembali dibuka untuk melakukan evakuasi.

Pada hari terakhir pencarian, Tim SAR Gabungan tetap mengoptimalkan upaya dengan berkoordinasi bersama berbagai unsur, termasuk PLP Tanjung Uban, Lanal Bintan, HNSI, serta kapal-kapal yang melintasi perairan Tanjung Uban, Pulau Lobam, Terkulai, Pangkil, Mantang, Pulau Telan hingga Numbing.

Selain itu, KN SAR 209 dan Rigid Buoyancy Boat (RBB) juga tetap disiagakan untuk mengantisipasi apabila ditemukan petunjuk keberadaan korban.

Kronologi Kejadian

Saat itu kapal berada di sekitar koordinat 0°38'47.15" LU dan 104°48'42.60" BT. Namun, lokasi pasti korban diduga terjatuh tidak dapat dipastikan, sehingga menjadi kendala utama dalam proses pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan selama sepekan. (TribunBatam.id/bereslumbantobing)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.