PROHABA.CO, KOTA JANTHO - Pemerintah Gampong Keumireu, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, Provinsi Aceh, bersama mahasiswa KKN Tematik Literasi LT-15 Universitas Syiah Kuala atau USK meresmikan Perpustakaan Boh Hatee Intan, Gampong Keumireu, pada Sabtu (11/7/2026).
Peresmian tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Keuchik Keumireu bersama pustakawan gampong.
Peresmian itu sebagai simbol dibukanya Perpustakaan Boh Hatee Intan untuk dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sebelum diresmikan, mahasiswa KKN Tematik Literasi LT-15 USK sudah melakukan berbagai persiapan untuk mengoptimalkan fungsi perpustakaan. Beragam kegiatan yang dilakukan meliputi penataan ruangan, klasifikasi dan pelabelan koleksi buku, pendataan inventaris, penyusunan buku berdasarkan kategori, pembangunan pojok baca yang nyaman, hingga penyelenggaraan berbagai aktivitas literasi bagi anak-anak.
Pada kesempatan itu, Ketua Kelompok KKN Tematik Literasi LT-15 Keumireu, T M Rizal Alfi, mengatakan, peresmian perpustakaan merupakan salah satu program utama mahasiswa KKN dalam mendukung penguatan literasi masyarakat di tingkat gampong.
Baca juga: Perpustakaan Lueng Daneun Raih Juara I Tingkat Provinsi Aceh 2025
Baca juga: Perpustakaan Boston Izinkan Pemustaka Bayar Denda dengan Gambar Kucing
Menurut Rizal, perpustakaan diharapkan menjadi ruang belajar yang mampu mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca sejak usia dini.
"Perpustakaan ini bukan sekadar tempat menyimpan buku, tapi menjadi ruang belajar bersama yang diharapkan mampu meningkatkan minat baca anak-anak serta memperkuat budaya literasi di Gampong Keumireu," katanya
Rizal berharap, keberadaan Perpustakaan Boh Hatee Intan dapat menjadi pusat literasi desa yang aktif dan berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah gampong, mahasiswa, serta masyarakat.
"Kami berharap sinergi yang sudah dibangun ini dapat terus berlanjut sehingga perpustakaan benar-benar menjadi pusat literasi yang hidup, mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Gampong Keumireu," pungkasnya.
Dengan diresmikan Perpustakaan Boh Hatee Intan, Pemerintah Gampong Keumireu bersama mahasiswa KKN Tematik Literasi LT-15 USK optimis budaya membaca di kalangan anak-anak dan masyarakat akan semakin berkembang, sekaligus menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang nyaman, aktif, dan produktif bagi seluruh warga.
Baca juga: Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Dibekali Teknik Alih Media Arsip
Baca juga: Dukung Tumbuhnya Generasi Gemar Membaca, DPKA Hadirkan Ruang Baca Ramah Anak di Pustaka Aceh
Kegiatan yang berlangsung di gedung Perpustakaan Boh Hatee Intan itu turut dihadiri Keuchik Keumireu beserta istri, sekretaris gampong, pustakawan gampong, mahasiswa KKN Tematik Literasi LT-15, serta puluhan anak-anak yang turut memeriahkan acara.
Sekilas tentang Keumireu
Keumireu adalah nama sebuah gampong (desa) di Kecamatan Kuta Cot Glie, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh.
Menurut salah satu cerita sejarah Aceh, nama tersebut berasal dari kata Aceh ‘keumire,’ yang berarti menghitung untung-rugi.
Dikisahkan bahwa para pedagang lada sedang menghitung hasil perdagangan mereka ketika rombongan Sultan melintas.
Karena peristiwa itu, daerah tersebut kemudian dikenal sebagai Keumireu.
Keumireu berada di kawasan Sub DAS (Daerah Aliran Sungai) Keumireu yaitu wilayah tangkapan air yang memiliki peranan penting dalam menjaga ketersediaan air, pertanian, dan keseimbangan lingkungan di Aceh Besar.
Kondisi lingkungan di Sub DAS Keumireu bervariasi.
Sebagian wilayah masih relatif baik, sementara beberapa desa di sekitarnya mengalami tingkat kerusakan lahan yang cukup tinggi akibat perubahan penggunaan lahan dan aktivitas manusia.
Karena itu, kawasan ini menjadi perhatian dalam upaya rehabilitasi hutan dan pengelolaan DAS.
Baca juga: SMPN 10 Kejuruan Muda Terbakar, Tiga RuangBelajar dan Satu Pustaka Rusak Parah
Baca juga: Aceh Kembali Toreh Prestasi Nasional pada Festival Literasi Perpusnas 2025, Raih Dua Penghargaan
Penduduk Keumireu umumnya bekerja di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perdagangan skala lokal.
Kehidupan masyarakat masih kental dengan adat dan budaya Aceh, dengan gampong sebagai pusat aktivitas sosial dan pemerintahan desa.
Di Keumireu terdapat fasilitas pendidikan seperti SD dan SMP, serta akses jalan utama yang menghubungkan desa dengan Banda Aceh dan wilayah Aceh Besar lainnya.
Keumireu tidak hanya dikenal sebagai sebuah desa, tapi juga sebagai nama kawasan Sub DAS Keumireu yang sering menjadi objek penelitian mengenai lingkungan, konservasi hutan, serta kondisi sosial-ekonomi masyarakat di Aceh Besar.
Jarak Keumireu ke Banda Aceh sebagai ibu Kota Provinsi Banda Aceh sekitar 30-32 kilometer melalui Jalan Banda Aceh-Medan.
Waktu tempuhnya sekitar 40-50 menit dengan mobil atau sepeda motor, tergantung kondisi lalu lintas dan titik awal maupun tujuan di Banda Aceh. (*)