SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto meraih empat penghargaan pada Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026.
Apresiasi tersebut diberikan atas keberhasilan Pemkot Mojokerto menjalankan program pembangunan keluarga yang menjadi prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN.
Penghargaan diserahkan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin kepada Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Ketua Tim Penggerak PKK Kota Mojokerto Lina Desriana Arisandi.
Penyerahan penghargaan berlangsung dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-33 Tahun 2026 di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2026).
Baca juga: Hari Anak di Surabaya Meriah, Siswa Antusias Jawab Program Presiden dan Raih Hadiah Sepeda
Empat penghargaan tersebut diberikan atas capaian inovasi dan program unggulan Pemkot Mojokerto dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional, yakni TAMASYA, GATI, SIDAYA, GENTING, serta Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B di Kota Mojokerto.
1. TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak)
Program yang mendorong tersedianya tempat penitipan atau pengasuhan anak yang aman, berkualitas, dan ramah anak, terutama bagi orang tua yang bekerja. Tujuannya agar tumbuh kembang anak tetap optimal meski orang tua beraktivitas.
2. GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia)
Program yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga. GATI mendorong peran ayah tidak hanya sebagai pencari nafkah, tetapi juga aktif mendidik, mengasuh, dan membangun karakter anak.
3. SIDAYA (Lansia Berdaya)
Program untuk meningkatkan kualitas hidup lanjut usia agar tetap sehat, mandiri, produktif, dan berdaya di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
4. GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting)
Program yang mengajak masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak menjadi orang tua asuh bagi keluarga berisiko stunting melalui pemberian bantuan gizi, pendampingan, dan dukungan lainnya.
5. Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran 3B
Program penyediaan makanan bergizi gratis yang menyasar kelompok 3B, yaitu:
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, Tim Penggerak PKK, penyuluh KB, kader hingga masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," ujar Ning Ita.
Salah satu upaya yang mendapat apresiasi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN adalah peningkatan akses pelayanan keluarga berencana (KB) bagi Pasangan Usia Subur (PUS).
Selain itu, capaian peserta KB baru Metode Operasi Wanita (MOW) pada 2026 telah melampaui target dengan realisasi mencapai 100 persen.
Pemkot Mojokerto juga menyusun Dokumen Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) tingkat kabupaten/kota Tahun 2026 sebagai pedoman pembangunan kependudukan yang lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan.
"Keluarga merupakan fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia," ucap Ning Ita.
Menurutnya, Pemkot Mojokerto terus memperkuat berbagai program peningkatan kualitas keluarga, mulai dari pelayanan keluarga berencana, percepatan penurunan stunting, penguatan peran orang tua dalam pengasuhan, hingga pembangunan kependudukan berkelanjutan.
"Kami terus mendorong terciptanya keluarga harmonis, sehat dan berkualitas melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan," pungkasnya.
Ning Ita menambahkan, capaian tersebut menjadi modal bagi Pemkot Mojokerto untuk terus mendukung berbagai program prioritas nasional, termasuk TAMASYA, GATI, SIDAYA, GENTING, dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Seluruh program tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan keluarga tangguh dan berdaya saing," tutupnya.