Miris! Satpam Jadi Tersangka Pencurian 1.700 Ompreng di SPPG Ciputat
Laksmi Anindita July 29, 2026 07:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jalan RE Martadinata, Ciputat, Kota Tangerang Selatan, menduga pencurian 1.700 ompreng dan sejumlah peralatan dapur dilakukan secara terencana.

Dugaan tersebut muncul setelah recorder CCTV di lokasi turut hilang bersama barang-barang lainnya. Akibatnya, rekaman kamera pengawas yang diharapkan dapat membantu mengungkap pelaku tidak dapat diakses.

Pemilik dapur SPPG, Wiman, mengatakan pihaknya datang untuk mengecek kesiapan dapur yang akan segera beroperasi. Namun, setibanya di lokasi, sejumlah perlengkapan penting sudah tidak ditemukan.

"Kami datang untuk melakukan pengecekan. Ternyata ompreng, genset, dan sejumlah peralatan lainnya sudah tidak ada. Kami tentu bertanya-tanya," kata Wiman di Ciputat, Tangerang Selatan, Rabu (29/7/2026).

Selain kehilangan peralatan dapur, pengelola mendapati sistem CCTV tidak lagi berfungsi.

Setelah diperiksa, perangkat penyimpan rekaman CCTV ternyata juga telah hilang.

"Setelah dicek, ternyata recorder CCTV juga sudah tidak ada sehingga kameranya mati," ujarnya.

Menurut Wiman, hilangnya recorder CCTV bersamaan dengan barang-barang lainnya menguatkan dugaan bahwa pelaku mengetahui kondisi di lokasi dan berupaya menghilangkan jejak.

"Kalau recorder CCTV ikut dibawa, tentu kami menduga pelaku sudah mengetahui situasi di sini sehingga tidak ingin meninggalkan rekaman," katanya.

Barang yang dilaporkan hilang meliputi sekitar 1.700 ompreng berbahan stainless steel, genset, printer, kompor, blender, hingga recorder CCTV.

Seluruh perlengkapan tersebut disiapkan untuk mendukung operasional dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Akibat pencurian itu, kerugian diperkirakan mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

"Kalau ditaksir bisa puluhan juta bahkan ratusan juta rupiah. Ompreng saja jumlahnya 1.700 unit," ujar Wiman.

Wiman mengaku mencurigai seseorang yang dikenal sebagai warga di sekitar lokasi. Menurutnya, pihaknya beberapa kali mendapat tekanan dari orang tersebut.

Baca juga: Menkes Ungkap 112 Juta Warga RI Kurang Gizi, MBG Disebut Solusi Utama, Ini Penjelasan Menkes

Meski begitu, ia menyerahkan sepenuhnya dugaan tersebut kepada penyidik untuk didalami.

"Kami serahkan semuanya kepada kepolisian agar diusut secara tuntas," ucapnya.

Di tengah kasus pencurian itu, Wiman memastikan pihaknya tetap menyiapkan dapur agar dapat segera beroperasi setelah memperoleh keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Kami tetap fokus agar dapur ini bisa segera beroperasi secara profesional," katanya.

Sementara itu, Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada keterlibatan seorang petugas keamanan yang bekerja di dapur tersebut.

Menurut Bambang, satpam berinisial T diduga berperan sebagai otak pencurian dengan menyusun skenario aksi tersebut.

"Security T ini punya peran sangat dominan. Dia yang membuat skenario bagaimana pencurian itu dilakukan hingga memerintahkan pelaku lainnya," ujar Bambang.

Polisi telah menetapkan tiga tersangka berinisial T, D, dan G.

Selain diduga sebagai perancang aksi, hasil tes urine terhadap T menunjukkan positif mengandung amfetamin dan metamfetamin.

Penyidik masih mendalami peran masing-masing tersangka, termasuk kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus tersebut.

Baca juga: Pakar Forensik Bongkar Dugaan Pembunuhan Berencana Satpam di Waduk Jatiluhur

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.