KONDISI Prajurit TNI yang Dikeroyok saat Transaksi Mobil di Medan, Kapendam: Tidak Ada Kebutaan
Septrina Ayu Simanjorang July 29, 2026 08:54 PM

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Beginilah kondisi Prajurit TNI yang dikeroyok saat transaksi mobil di Medan.

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy bantah korban buta.

Kodam I Bukit Barisan membeberkan kondisi terkini personel TNI berinisial AR, yang sempat digebuki massa di Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, pada Minggu 26 Juli lalu.

Baca juga: Entry Meeting Ombudsman, Keterbatasan Fiskal Jadi Tantangan Pelayanan Publik 

Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy mengatakan personel masih dirawat di RS Putri Hijau Medan, proses pemulihan.

Mengenai informasi mengalami kebutaan, ia membantahnya.

Namun belum dijelaskan separah apa luka yang dialaminya.

"Tidak ada kebutaan. Yang pasti sedang melaksanakan perawatan dalam rangka pemulihan kesehatan,"kata Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy, Rabu (29/7/2026).

Baca juga: Resmi, 22 Pejabat Manajerial Pemko Medan Dilantik, Berikut Daftarnya

Mengenai kasus ini, Sandy mengatakan masih diselidiki Detasemen Polisi Militer (Denpom) 1/5 Medan.

Sebab, menurut informasi yang didapat ada dugaan keterlibatan prajurit TNI lainnya dalam insiden ini .

Meski demikian, Sandy belum menjelaskan seperti apa kronologis sebenarnya.

"Kejadian tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak Denpom I/5 Medan,"kata Kapendam I Bukit Barisan, Kolonel Infanteri Sandy.

Sebelumnya, diduga prajurit TNI menjadi korban pengeroyokan di Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia.

Baca juga: 22 Pejabat Manajerial Pemko Medan Dilantik, Wali Kota Rico Waas Minta Kerja Cepat dan Responsi

Akibatnya, pria berambut cepak, bertubuh gempal memar, dan berdarah-darah.

Menurut informasi, awalnya diduga prajurit TNI dan warga sipil datang ke lokasi untuk transaksi jual beli mobil sistem cash on delivery (COD), Minggu 26 Juli malam.

Namun, begitu ketemu dengan calon pembeli, mereka malah diteriaki maling.

Alhasil, mereka dihajar bertubi-tubi oleh masyarakat yang datang setelah mendengar teriakkan maling.

Baca juga: TAMPANG 2 Pria di Binjai Rampas Motor Remaja Saat Berangkat Sekolah, Acungkan Kapak, Kini Ditangkap

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari pihak korban.

Akan tetapi, belum dijelaskan kronologis kejadian sebenarnya, apakah pria diduga TNI dituduh menjual mobil curian, lalu dijebak calon pembelinya atau murni penganiayaan.

Yang pasti, lanjut Nelson, pihaknya telah menerima laporan penganiayaan, dan sedang menyelidikinya.

"Kami sudah menerima laporan, dan informasi yang kami dapatkan korban masih dirawat ke RS Rumah Sakit Putri Hijau,"kata Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson JP Sipahutar, Selasa (28/7/2026).

Mendadak Diteriaki Maling Mobil

Rekan AR, Marwandi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria berinisial Y menginformasikan adanya calon pembeli yang berminat memboyong kendaraan tersebut.

Mereka lantas sepakat bertemu di kawasan Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama.

Namun, usai kunci dan berkas dokumen kendaraan diserahkan kepada seorang calon pembeli wanita untuk diperiksa, wanita tersebut mendadak menghubungi komplotannya.

Seketika, sekitar 50 orang yang mengendarai 15 hingga 20 unit sepeda motor langsung mengepung lokasi.

Wanita tersebut tiba-tiba berteriak "maling mobil" yang memicu aksi penganiayaan secara brutal menggunakan helm oleh kawanan pelaku.

PENGEROYOKAN- Korban saat itu berniat melakukan transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V, di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (28/7/2026).
PENGEROYOKAN- Korban saat itu berniat melakukan transaksi jual beli sebuah mobil Honda WR-V, di Komplek Bumi Asri, Jalan Asrama, Kelurahan Cinta Damai, Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Selasa (28/7/2026). (IST)

"Saya membeli mobil dari atas nama dan sesuai prosedur, semua bukti transfer ada. Ceritanya mereka mau ambil balik mobil ini untuk mengambil fee dan mengonsep skenario ini.

Tiba-tiba wanita itu berteriak 'ini maling mobil' hingga kami dikeroyok," ungkap Marwandi, Selasa (28/7/2026).

"Pelaku bahkan berteriak 'biar buta sekalian' saat menghajar korban menggunakan helm.

Baca juga: Profil Bupati Pemalang Anom Widiyantoro yang Kena OTT KPK, Dulu Mundur dari Dirut Keuangan BUMN

Selain mengalami luka parah, uang tunai milik saya sebesar Rp1,2 juta juga dirampas oleh pelaku," tambahnya.

Akibat pengeroyokan tersebut, Ari mengalami kondisi mengenaskan dengan luka memar parah, bola mata pecah, serta tulang tengkorak retak.

Sementara Marwandi menderita patah tulang hidung, luka robek di wajah, dan gangguan penglihatan. Kedua korban kini menjalani perawatan medis intensif di RS Tentara Putri Hijau Medan.

Atas insiden ini, pihak korban resmi membuat laporan ke Polda Sumut dengan nomor LP/STTLP/B/1212/VII/2026/SPKT/Polda Sumut.

Korban bersama kuasa hukumnya juga melaporkan dua oknum TNI berinisial Pratu LPS (personel Bekangdam I/BB) dan Pratu E ke Denpom I/5 Medan melalui surat laporan pengaduan nomor LP/20/VII/2026 pada Senin (27/7/2026). 

Sementara itu, barang bukti mobil Honda WR-V yang menjadi sumber sengketa kini telah diserahkan dari Denpom I/5 Medan ke Polrestabes Medan untuk proses penyidikan pidana lebih lanjut.

(Cr25/Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.