TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Tiga periode menjabat sebagai legislator tidak mengikis perhatian Andrias Kartikosari (49) terhadap berbagai isu perempuan dan anak.
Ibu tiga anak dengan latar belakang pendidikan dokter gigi ini konsisten bertugas di Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Baca juga: DPRD Banyumas Gelar Public Hearing Raperda Penyakit Sosial Masyarakat
Berbagai isu publik yang menjadi lingkup pembahasannya meliputi bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan rakyat, hingga ketenagakerjaan.
Meskipun demikian, fokus utama yang terus ia perjuangkan adalah perlindungan serta pemenuhan hak-hak perempuan dan anak.
"Bagi saya hak-hak perempuan harus terus menjadi perhatian. Perempuan harus melek politik, berani berpendapat dan harus terlindungi dari kekerasan," kata Andrias kepada Tribunbanyumas.com pada Rabu (29/7/2026).
Andrias resmi terpilih sebagai wakil rakyat di DPRD Kabupaten Banyumas dari Fraksi PDI Perjuangan sejak tahun 2014 silam.
Saat ini dirinya dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Komisi 4 DPRD Kabupaten Banyumas.
Keputusannya untuk terjun ke panggung politik praktis meninggalkan profesi dokter gigi bukan sekadar demi memenuhi kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
Ia bertekad mengubah sudut pandang masyarakat bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada urusan domestik rumah tangga semata.
"Setelah terjun politik pandangan saya terbuka lebar. Bahwa banyak permasalahan yang perlu dibantu di masyarakat. Jadi tidak hanya mengurusi gigi saja," ungkap Andrias.
Meski agenda kerja sebagai legislator tergolong padat, Andrias senantiasa meluangkan waktu berkualitas untuk keluarganya.
Ia selalu menyempatkan waktu untuk berkumpul bersama suami dan ketiga putri kandungnya di rumah.
Di sela rutinitasnya, ia menyempatkan diri untuk hadir dalam kegiatan bersama anak-anaknya, seperti memasak bersama.
"Saya bahkan memasak sendiri sarapan untuk anak-anak. Saat sekolah saya tidak kasih uang saku, tapi bekal makanan, biar lebih sehat," jelasnya.
Di samping aktivitas parlemen, Andrias juga rutin turun ke lapangan untuk menjalin silaturahmi dan berdialog bersama komunitas ibu-ibu.
Dalam setiap pertemuan, ia aktif mendiskusikan pentingnya edukasi bagi perempuan, mulai dari sektor kesehatan hingga akses pendidikan.
Menurutnya, figur perempuan memegang peranan yang sangat krusial dalam membangun fondasi ketahanan keluarga.
"Bagaimana ibu-ibu berperan di dalam rumah tangga itu pun berpolitik secara berkeluarga," terangnya.
"Sebagai contoh ibu-ibu mengatur keuangan untuk memberikan makanan yang sehat bagi anak, seperti sayur, ikan dan sebagainya," pungkas Andrias. (fba)