Tampilan kereta Commuter Line kini punya wajah baru, setidaknya 20 rangkaian kereta terpampang visual bernuansa Malaysia.
Hal tersebut merupakan sebuah inovasi yang dilakukan oleh Tourism Malaysia yang bekerja sama dengan KAI Commuter, dan PT Alternative Media Group (AMG), untuk meningkatkan geliat promosi pariwisata Negeri Jiran.
Indonesia dipilih menjadi salah satu negara pertama yang menjalankan kampanye tersebut melalui medium transportasi publik. Dalam peluncurannya di Stasiun Sudirman Baru, Jakarta, Rabu (29/7/2026). Charge d'Affaires Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Farzalme Sarkawi, mengatakan Indonesia masih menjadi salah satu pasar wisata terpenting bagi Malaysia.
"Indonesia masih tetap menjadi salah satu pasar pariwisata paling penting bagi Malaysia. Bukan hanya karena hubungan diplomatik kita yang akrab di tingkat tertinggi pimpinan kedua negara, tetapi juga didukung oleh hubungan antarmasyarakat kita yang sangat kokoh melalui hubungan ekonomi, budaya, dan konektivitas antara masyarakat di kedua negara," ucap Farzalme.
Untuk terus menjaga momentum pertumbuhan dan memperkuat sektor pariwisata Malaysia, Pemerintah Malaysia mencoba untuk menyasar pasar Indonesia dengan cara yang lain, yakni melalui transportasi publik. KAI Commuter dipilih karena menjadi moda transportasi yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Sehingga kemungkinan promosi yang dilakukan Pemerintah Malaysia bisa berjalan dengan baik. Lewat beberapa visual bernuansa Malaysia.
Peluncuran 20 rangkaian KRL dengan visual bernuasa Malaysia. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
|
"Pemilihan rangkaian KAI Commuter yang digunakan oleh jutaan penumpang pada setiap bulannya ini merupakan platform yang sangat strategis bagi kami untuk mendekati masyarakat Indonesia," lanjut Farzalme.
"Kami berharap agar kampanye ini akan mendorong lebih banyak lagi warga Indonesia untuk menjelajahi keragaman pengalaman yang ditawarkan oleh Malaysia. Mulai dari keindahan alam hingga warisan budaya, gastronomi, wisata belanja, serta wisata kesehatan yang bertaraf dunia," lengkapnya.
Di kesempatan yang sama, Corporate Secretary Vice President KAI Commuter, Karina Amanda, menyampaikan tinggi mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi ini menjadi nilai yang penting untuk melakukan promosi.
Karina menyebut sekitar 1,1 juta penumpang setiap harinya. Dan moda transportasi saat ini tak hanya menjadi medium masyarakat untuk melakukan perjalanan dari satu titik ke titik yang lainnya saja, lebih luas lagi bisa menjadi medium untuk penyebaran suatu informasi.
Kolaborasi promosi pariwisata Malaysia oleh Tourism Malaysia, KAI Commuter, dan AMG pada 20 rangkaian KRL. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)
|
"Kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata ini juga menjadi salah satu fokus program yang kamu lakukan di internal KAI Commuter. Sehingga kegiatan ini menjadi salah satu implementasi dari upaya memberikan nilai tambah bagi KAI Commuter maupun bagi pengguna," kata Karina.
Terpampangnya visual bernuansa Malaysia di rangkaian kereta akan berdurasi selama enam bulan yang dipasang di 20 rangkaian kereta KRL Commuter Line.
"Diharapakan memang kolaborasi yang kita lakukan ini, di mana visual campaign ini akan terpasang di 20 rangkaian KRL Commuter Line dan ini akan berjalan selama enam bulan ke depan. Kami harapkan ini akan menjadi immersion experience yang menarik bagi pengguna dan tentunya ini juga bisa mendorong kolaborasi pariwisata antara Indonesia dan Malaysia," ungkap Karina.
Visual bernuansa Malaysia ini akan terpasang di rangkaian KRL Central Line, Bogor Line, dan Cikarang Line.
Kemudian, Chief Executive Officer AMG, Davy Makinian, menyatakan kolaborasi saat ini bisa meningkatkan skalanya di tahun depan, spesifik pada rangkaian kereta yang dipasang visual promosi.
"Untuk enam bulan ke depan 20 (rangkaian kereta), tapi kami lagi berbicara nanti sama pihak Tourism Malaysia dan KCI untuk ke depannya ditingkatkan di kampanye berikutnya di tahun 2027 nanti. Tapi yang sekarang ada 20 rangkaian kereta," jelas Davy.







