Pasar Saham Terdampak Pasca Mundurnya Gubernur BI Perry Warjiyo, IHSG Kembali Merosot
Laksmi Anindita July 29, 2026 05:44 PM

TRIBUNWOW.COM - Pasar saham terdampak sentimen pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot 0,89 persen atau terpangkas 55,19 poin ke level 6.130,58 pada penutupan perdagangan Selasa (28/7/2026).

Direktur Trimegah Sekuritas (TRIM) Anung Rony Hascaryo menyebut kondisi pasar saham cukup terdampak akibat kondisi pasar.

Meski demikian, pasar obligasi dinilai tetap stabil, bahkan menunjukkan tren peningkatan.

"Kalau saham pasti berpengaruh dengan kondisi market seperti terakhir ini tapi surprisingly kalau di obligasi masih stable bahkan naik sebenarnya," kata Anung di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, hingga tahun berjalan (year to date), kinerja bisnis obligasi yang ditangani Trimegah masih lebih baik dibandingkan semester sebelumnya.

Anung menjelaskan, perlambatan di pasar saham lebih dipengaruhi oleh sikap emiten dan investor yang masih mencermati kondisi pasar.

"Emiten tentu ingin mendapatkan valuasi atau harga terbaik sementara investor juga masih menginginkan harga yang menarik," ujarnya.

Meski pasar saham sedang bergejolak, Anung mengungkapkan dua penawaran umum perdana saham (IPO) yang ditangani Trimegah baru-baru ini tetap mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed).

Terkait potensi penundaan IPO akibat kondisi pasar, pihaknya mengatakan hingga saat ini belum ada emiten yang secara resmi menunda pencatatan saham.

Menurutnya, pembahasan dengan calon emiten masih terus berlangsung dan keputusan lebih bergantung pada momentum pasar.

"Bukan menunda, tapi lebih melihat timing saja emiten ingin mendapatkan kondisi pasar yang lebih sesuai dengan ekspektasi mereka," katanya.

Sementara itu, untuk bisnis obligasi, Anung menilai prospeknya masih cukup baik.

Baca juga: IHSG Anjlok Imbas Geopolitik, Analis Rekomendasikan Saham BBCA dan BRIS

Hal tersebut didukung adanya sejumlah emiten yang telah memperoleh persetujuan dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB).

Ia juga mengungkapkan pipeline penerbitan obligasi masih cukup banyak, meski belum dapat diungkapkan secara rinci kepada publik.

"So far untuk obligasi masih cukup stabil, bahkan pipeline kami juga masih cukup banyak," tuturnya.

Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai lebih dari 28,9 juta per Juni 2026.

Namun demikian, proporsi investor obligasi masih berada di kisaran 5,32 persen menunjukkan bahwa partisipasi investor pada instrumen pendapatan tetap masih memiliki ruang untuk terus berkembang.

PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (Trimegah) meluncurkan pembaruan aplikasi investasi digital Trima+ mengikuti tren kebutuhan investor yang terus berkembang.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi, kebutuhan investor saat ini tidak lagi hanya sebatas kemudahan dalam bertransaksi.

Investor juga membutuhkan akses terhadap berbagai instrumen investasi serta real-time market information.

"Kebutuhan investor terus berkembang saat ini mereka tidak hanya membutuhkan kemudahan dalam bertransaksi, tetapi juga akses terhadap berbagai instrumen investasi dan informasi yang membantu mereka mengambil keputusan investasi," jelas Anung.

Investor dapat mengakses saham, reksa dana, dan obligasi dalam satu aplikasi.

Diketahui, Perry Warjiyo telah menyatakan mundur dari jabatan Gubernur BI, secara sukarela dengan alasan pribadi pada, Sabtu (25/7/2026).

Namun, pengunduran diri tersebut baru diumumkan pada Senin (27/7/2026) oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di gedung BI, Jakarta.

Setelah Perry Warjiyo mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia, saat ini posisi itu diisi sementara oleh Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti.

Destry sebelumnya menjabat Deputi Gubernur Senior BI.

Baca juga: Dampak Konflik Timur Tengah, Laju IHSG Hari Ini Anjlok 1,88 Persen

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.