Liputan6.com, Jakarta - YouTube Music tidak menawarkan kualitas suara terbaik bahkan untuk pelanggan Premium. Jika ingin audio lossless, platform musik lain seperti Amazon Music, Apple Music, Spotify dan Tidal bisa menjadi pilihan.
Namun, YouTube Music memiliki kelebihan dalam memberikan unggahan tidak resmi, rekaman pertunjukan langsung, remix, dan lagu-lagu langka. Apapun pilihan kamu, YouTube Music bisa diubah menjadi lebih baik dari setting-an bawaan.
Secara bawaan, YouTube Music menggunakan pengaturan bitrate Normal, dengan batas maksimum 128 kbps, cocok untuk penghematan data namun tidak dengan kualitas suara tinggi. Demikian sebagaimana dikutip dari Engadget, Rabu (29/7/2026).
Pengaturan paling tinggi berada di 256 kbps, dapat menghasilkan suara lebih jernih, terutama jika menggunakan headphone atau speaker berkualitas bagus. Pengaturan ini membutuhkan data lebih besar, sehingga kamu perlu koneksi internet kencang dan paket data yang memadai.
Syarat utama mendapatkan kualitas audio terbaik, kamu harus berlangganan YouTube Music Premium, mulai dari USD 12 (Rp 216.300) per bulan atau YouTube Premium mulai dari USD 16 (Rp 288.400) per bulan.
Begini Caranya
Pengaturan pada aplikasi ini sedikit berbeda pada Android dan iOS, selain itu, pilihannya sama.
Sebagai catatan, “Tinggi” menggunakan 256 kbps ketika koneksi internet kamu kencang, sementara “Selalu Tinggi” mencoba mempertahankan kualitas bahkan saat koneksi buruk.
Kamu juga bisa mengubah bitrate pada unduhan musik, caranya:
Patut dicatat, unduhan musik tidak otomatis meningkatkan kualitas. Untuk mengubahnya ke 256 kbps, kamu perlu menghapus unduhan lama dan mengunduhnya lagi. Kamu dapat melakukannya sekaligus di menu yang sama atau satu per satu di perpustakaan.