TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Wali Kota Tarakan, dr H Khairul, M Kes menegaskan digitalisasi transaksi pemerintahan bukan lagi menjadi pilihan, melainkan sebuah keharusan di era modern.
Hal itu disampaikan saat membuka High Level Meeting Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Tarakan bertema Sinergi Digital untuk Tarakan Maju, yang dirangkaikan dengan launching SP2D Online serta pemberian apresiasi kepada pelaku usaha sebagai penguat ekosistem Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD), Rabu (29/7/2026).
Dalam sambutannya, Khairul mengingatkan Tarakan merupakan daerah kedua di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan karena mengimplementasikan TP2DD setelah Kabupaten Sleman.
Menurut Khairul, pada masa awal implementasi, Tarakan bahkan kerap dijadikan rujukan oleh berbagai daerah lain untuk berbagi pengalaman mengenai penerapan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah.
Baca juga: SP2D Online Resmi Diterapkan di Nunukan, Begini Dampaknya Bagi Pengelolaan Uang Daerah
"Saya ingat betul setelah Sleman, Tarakan yang memulai di Indonesia yang kedua melaksanakan implementasi TP2DD ini. Bahkan dulu saya dan beberapa tim sering diminta menjadi narasumber di beberapa daerah. Cuma dalam perkembangan berikutnya ternyata kita cepat memulainya, tapi agak tidak terlalu bagus dalam mempertahankannya," kata Khairul.
Ia mengaku prihatin karena capaian TP2DD Tarakan belakangan justru tertinggal dibanding daerah lain yang memulai lebih belakangan.
Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta kembali memperkuat komitmen dalam memperluas digitalisasi pelayanan dan transaksi pemerintahan.
Khairul menegaskan elektronifikasi tidak hanya menyangkut sistem pembayaran maupun penerimaan daerah, tetapi juga harus menjadi bagian dari seluruh pelayanan publik.
"Elektronifikasi bukan lagi sebuah pilihan antara mau menggunakan atau tidak. Semua pelayanan saat ini, bukan hanya pembayaran dan pendapatan, tetapi seluruh aktivitas termasuk pelayanan publik harus dilakukan secara digital. Kalau bisa semua pelayanan dilakukan dengan digitalisasi tentu akan jauh lebih baik," ujarnya.
Ia juga menyoroti capaian indeks ETPD Kota Tarakan yang mengalami penurunan pada semester II menjadi 95,5 persen.
Baca juga: Hadiri High Level Meeting TP2DD, Wabup Tana Tidung Tegaskan Komitmen Digitalisasi Keuangan Daerah
Meski penurunan tersebut dipengaruhi perubahan indikator penilaian, Khairul meminta hal itu tidak dijadikan alasan untuk mengendurkan semangat digitalisasi.
Menurutnya, konsep Smart City yang sejak awal diusung Pemerintah Kota Tarakan harus diwujudkan melalui pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, nyaman, dan berbasis teknologi.
Selain itu, infrastruktur pendukung seperti jaringan internet juga harus mendapat perhatian agar penggunaan QRIS dan sistem pembayaran digital tidak terganggu.
"Kalau orang sudah lama menunggu QRIS tidak jalan, biasanya langsung kembali menggunakan pembayaran tunai. Karena itu jaringan juga harus mendukung," katanya.
Khairul kemudian menginstruksikan seluruh kepala OPD yang belum menerapkan digitalisasi pelayanan agar segera melakukan percepatan.
Bahkan, implementasi digitalisasi akan menjadi bagian dari penilaian kinerja perangkat daerah.
Ia menilai transaksi elektronik mampu meningkatkan transparansi sekaligus meminimalkan peluang terjadinya penyimpangan dalam pengelolaan keuangan daerah.
"Yang paling penting sebenarnya adalah menghindari fraud. Kalau pembayaran dilakukan secara online, orang tidak bertemu orang, tidak ada negosiasi, dan uang langsung masuk ke kas daerah," tukasnya.
Kepala KPwBI Kaltara, Agus Taufik menyampaikan kegiatan High-Level One Meeting TP2DD Kota Tarakan semester 1 2026 hari ini dirangkai kegiatan launching SP2D online dan apresiasi kepada OPD yang terkait.
Di kesempatan itu memperkenalkan diri sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara yang kurang lebih baru tiga minggu bertugas.
"Tentunya merupakan satu kehormatan juga bagi saya untuk dapat bergabung dan bersinergi dengan pemerintah daerah serta seluruh mitra strategis Bank Indonesia dalam rangka terus memperkuat pembangunan ekonomi daerah khususnya terkait dengan digitalisasi di transaksi pemerintah daerah," paparnya.
Termasuk juga lanjutnya, sistem pembayaran yang terus mengalami kemajuan yang luar biasa.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tidak terhingga kepada Pemerintah Kota Tarakan selaku Ketua TP2DD Tarakan, seluruh anggota TP2DD termasuk BPD Kaltimtara, serta seluruh pemangku kepentingan.
"Karena semua terus bersinergi dan berkomitmen dalam mendorong percepatan implementasi DTPD di Kota Tarakan," bebernya.
Ia juga membahas terkait indeks elektronifikasi transaksi berada pada level tertinggi atau level digital.
"Kami pikir ini pencapaian yang baik dan mencerminkan semakin kuatnya penerapan pembayaran digital oleh masyarakat," tukasnya.
(*)
Penulis: Andi Pausiah