Laporan Wartawan TribunSolo.com, Anang Ma'ruf
TRIBUNSOLO.COM, SUKOHARJO - Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi angkatan pertama Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 1 Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, akan diawali dengan seremoni pembukaan bersama orang tua.
Pada hari pertama, para siswa belum langsung menginap di asrama meski sekolah menerapkan sistem boarding school.
Pemerintah Kabupaten Sukoharjo telah menyusun rangkaian kegiatan MPLS yang akan dimulai pada Jumat (31/7/2026).
Agenda perdana difokuskan pada upacara pembukaan sekaligus pengenalan konsep Sekolah Rakyat kepada para orang tua siswa.
Baca juga: 458 Siswa Angkatan Pertama Bakal Tempati Sekolah Rakyat Sukoharjo, MPLS Dimulai 31 Juli
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, mengatakan seluruh calon siswa akan hadir mengikuti seremoni tersebut.
"MPLS kita lakukan pada tanggal 31 Juli 2026, berarti hari Jumat. Nanti di situ murid baru semuanya dihadirkan untuk mengikuti upacara," kata Yunia, Rabu (29/7/2026).
Menurutnya, kegiatan hari pertama lebih menitikberatkan pada sosialisasi mengenai sistem pendidikan yang diterapkan di Sekolah Rakyat.
Orang tua akan mendapatkan penjelasan mengenai pola pembelajaran, kehidupan di asrama, hingga mekanisme pendampingan siswa selama menjalani pendidikan.
"Jadi seremoni pembukaan dan sosialisasi Sekolah Rakyat kepada orang tua. Untuk hari Jumat itu anak-anak belum menginap," ujarnya.
Usai mengikuti seremoni pembukaan, para siswa diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing. Mereka dijadwalkan kembali ke sekolah pada Minggu sore untuk mulai menempati asrama.
Selanjutnya, pada Senin, para siswa akan mengikuti rangkaian MPLS secara reguler.
"Nanti hadir kembali hari Minggu sore. Berikutnya hari Senin mengikuti MPLS secara reguler," jelas Yunia.
Selama masa pengenalan lingkungan sekolah, siswa akan dikenalkan dengan lingkungan belajar, tenaga pendidik, tata tertib sekolah, serta kehidupan di asrama.
Baca juga: Fakta Sekolah Rakyat di Sukoharjo, Awalnya Hendak Libatkan Guru Tamu dari Sekolah-sekolah Setempat
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan berbagai materi pembentukan karakter.
Salah satu agenda yang telah dijadwalkan adalah kegiatan Taruna Bakti yang akan berlangsung pada 3 hingga 7 Agustus 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari materi MPLS untuk menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan semangat gotong royong kepada para siswa.
"Nanti ada Taruna Bakti antara tanggal 3 sampai 7 Agustus. Itu menjadi salah satu materi yang diberikan saat MPLS," terang Yunia.
Menurut Yunia, seluruh rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, mengingat Sekolah Rakyat menerapkan sistem pendidikan berasrama.
Di sisi lain, masa pengenalan juga menjadi kesempatan bagi orang tua memahami sistem pendidikan yang akan dijalani putra-putri mereka.