Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEJI - Universitas Indonesia (UI) kembali membuktikan taringnya sebagai benteng akademis yang melahirkan inovasi nyata demi menyelamatkan masa depan para pahlawan pangan nasional dari ancaman krisis iklim.
Melalui sidang terbuka pada Kamis (2/7/2026), Program Pascasarjana Ilmu Ekonomi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (PPIE FEB UI) resmi mengukuhkan Hastuti sebagai lulusan berpredikat Cumlaude.
Dalam pemaparannya yang memukau, Hastuti membedah disertasi krusial bertajuk “Dampak Perubahan Iklim terhadap Perilaku Pertanian dan Kesejahteraan Rumah Tangga Pertanian di Indonesia”.
Baca juga: Dari Kotoran Domba Jadi Baterai EV: Inovasi Spektakuler AI UI Ubah Limbah Peternakan Jadi Grafena
Guna menangkap denyut nadi kehidupan riil para petani, Hastuti terjun langsung melakukan riset lapangan di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Bobot empiris studi ini kian solid berkat analisis kuantitatif terhadap basis data 86.922 rumah tangga petani padi dari tiga gelombang Indonesia Family Life Survey (IFLS) yang mewakili sekitar 83 persen populasi Indonesia.
"Hasil penelitian menunjukkan bahwa meningkatnya variabilitas curah hujan mendorong petani menggunakan pupuk kimia secara berlebihan sebagai respons adaptif yang panik," ungkap Hastuti saat memaparkan temuan utamanya.
Anomali cuaca ekstrim tersebut terbukti mempertinggi risiko kemiskinan sekaligus memicu gelombang migrasi tenaga kerja yang memutus generasi muda dari sektor pertanian.
Riset ini juga membuktikan fakta mengejutkan bahwa fluktuasi curah hujan memiliki dampak destruktif yang jauh lebih dominan ketimbang kenaikan suhu udara belaka.
"Irigasi terbukti menjadi benteng pertahanan paling efektif dalam meningkatkan ketahanan rumah tangga pertanian di tengah gempuran anomali iklim," puji tim promotor atas temuan riset tersebut.
Sebagai langkah konkret, Hastuti merumuskan roadmap adaptasi terintegrasi yang mencakup penguatan sistem irigasi, efisiensi input pertanian, peningkatan modal manusia, serta diversifikasi pendapatan warga desa.
"Rekomendasi ini adalah masukan konkret bagi pemerintah agar tidak salah arah dalam merumuskan kebijakan publik yang berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional," puji Kiki Verico, selaku Ketua Sidang.
Sidang berbobot tinggi ini dipimpin oleh akademisi terkemuka serta didukung penuh oleh tim promotor Teguh Dartanto, Alin Halimatussadiah, dan Amzul Rifin.
Capaian gelar Doktor ke-156 PPIE FEB UI ini makin mempertegas posisi strategis Universitas Indonesia dalam menghadirkan solusi ilmiah berorientasi kesejahteraan masyarakat luas. (m38)